Sekda Pimpin Rapat Koordinasi Percepatan Layanan SIMDA Integrated antar Stakeholder

0
170

Kepala BKAD Kubar Sahadi, Kepala Bappeda Kubar Ahmad Sofyan, Sekda Kubar Yacub Tullur, paling ujung sebelah kiri kepala Inspektorat Kubar Belly.

Penasatu.com , Kutai Barat – Masyarakat sebagai stakeholder utama pembangunan daerah seharusnya dapat berpartisipasi untuk mengawal dan menyalurkan aspirasi, baik melalui saluran-saluran komunikasi perencanaan. Salah satu media yang disebut SIMDA Integrated, aplikasi ini dibangun untuk dapat mengintegritasikan antara proses perencanaan dengan proses penganggaran.

Database terintegrasi data perencanaan dapat digunakan untuk Sistem Keuangan, Anggaran, Monev, dan SAKIP.Dengan begitu tujuan untuk meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah dapat diwujudkan penganggaran berbasis kinerja/output melalui penginputan SIMDA disetiap Kecamatan.Rapat yang berlangsung di ruang Diklat lantai III Pemkab Kubar.Kamis 12/3/2020.

Dalam rapat itu Sekretaris Daerah(Sekda) Kutai Barat(Kubar) Drs.Yacob Tullur,MM menyampaikan tanggapannya “masalah simda para pemerintah selalu siap untuk mendukung baik dalam pelatihan di lingkungan OPD maupun kecamatan, yang jadi masalah ialah jaringan.

“Dimana Operator bagi lingkungan Kutai Barat dapat dikembangkan (jaringan masuk ke dalam area lebih pelosok). Hampir rata-rata setiap kecamatan memiliki hak paten untuk menerima layanan operator provider yang lancer agar dapat mengakses aplikasi SIMDA”.kata Sekda Kubar Yacub Tullur.

Sahadi selaku Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Kutai Barat, menyampaikan “Simda berkoordinasi dengan bank Kaltim-tara untuk percepatan ke versi yang terbaru, layanan yang bisa disederhanakan salah satu contoh terkait dengan penginputan pajak. Agar mempermudah setiap daerah lingkungan yang jauh dari lingkup lingkungan Pemerintahan untuk dapat menginput data ke Aplikasi.” lanjut Sahadi

“Keuntungan hal ini antara lain dapat membantu efisiensi perjalanan karena sistem input data bisa dilakukan dimanapun secara online namun sangat diperlukannya jaringan internet yang memumpuni, dan diharapkan internet dapat menjangkau akses sampai ke pelosok desa-desa terpencil dengan memanfaatkan jaringan operator GSM.” Ujarnya.

Penjelasan Wira dari pihak provider Telkom, “nantinya akan dibangun keseluruhan bagi Kecamatan-kecamatan yang jauh dari lingkungan Pemerintahan Kutai Barat, terkait jaringan sering tidak stabil dikarenakan ada beberapa gangguan Kabel FO (Fiber Optik) dalam penggalian pembangunan. Sudah mengcover 16 Kecamatan (Barong Tongkok, Melak, Sekolaq Darat, Penyinggahan, Bentian Besar, Nyuatan, Siluq Ngurai, Manaar Bulatn, Tering, Jempang, Linggang Bigung, Bongan, Muara Lawa, Muara Pahu, Long Iram, dan Damai), untuk desa sudah tercover kisaran kurang lebih 40an Desa di Kutai Barat. Untuk jaringan susah karena transisi saat ini menggunakan link FO Telkom”

Dihardiri oleh Sektretaris Daerah, Kepala OPD Kutai Barat, Camat sekitar Lingkup Kabupaten Kutai Barat, Perwakilan Bank Kaltim-Tara, dan Perwakilan dari Telkom.

Wartawan : Ichal.

Editor : EDS/penasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here