Menelusuri Peradaban Dunia di Turki (13) Memiliki Jalan Tol Bawah Laut

0
204

Foto.Saat berkendaraan di jalan tol bawah laut Istanbul

Oleh : Andy Ar Evrai

PENASATU.COM, ISTANBUL-Dalam masalah sarana dan fasilitas transportasi, Turki memang lebih maju dari Indonesia, sebab teknologi mereka sudah berhasil membangun lalu lintas bawah tanah, bahkan kini sudah memiliki jalan tol bawah laut yang menghubungkan antara Istanbul bagian Eropa dengan Istanbul bagian Asia.

Beruntung sekali selam ini di Istanbul, saya sempat melewati jalan tol bawah laut tersebut, rasanya seperti was-was, takut kalau terowongan tersebut bocor atau retak dan bisa tenggelam di bawahnya.

Erdogan yang kini menjadi Presiden Turki, merupakan mantan Walikota Istanbul yang paling berani dan fenomenal, betap tidak, hanya sebagai Walikota dia berani membuat gagasan pembangunan mercusuar dan padat modal yang dinilai mustahil. Tetapi impian tersebut bisa diwujudkan yaitu dengan membangun terowongan bawah laut yang menghubungkan antara Istanbul bagian Eropa dengan Istanbul bagian Asia.

Erdogan, yang juga mantan Wali Kota Istanbul, menghidupkan kembali rencana itu tahun 2004 sebagai satu dari sejumlah proyek konstruksi besar di kota itu.
Selain terowongan bawah laut, Erdogan juga memulai pembangunan bandara ketiga di Istanbul, sebuah kanal paralel dan jembatan ketiga yang melintasi Selat Bosphorus. Semua itu dianggap sebagai proyek ”firaunis”, atau terlalu berlebihan, oleh para pengkritiknya.

Ambisinya merupakan salah satu sumber kerusuhan pada sejumlah demonstrasi anti pemerintah yang melanda negara itu beberapa tahun lalu. Warga setempat mengeluhkan rencana Erdogan itu telah membuat warga tergusur dari rumah mereka dan menghancurkan tempat-tempat hijau di Istanbul.
Tetapi, kini warga Turki memuji proyek mercusuar Erdogan tersebut, dan mereka bangga karena Negara mereka telah maju dalam segi fasilitas transportasi

Proyek raksasa yang berani dikerjakan oleh Erdogan adalah pembangunan jalan tol bawah laut yang menghubungkan antara Istanbul bagian Eropa dengan Istanbul bagian Asia yang berupa terowongan bawah laut.

Terowongan Eurasia (bahasa Turki : Avrasya Tüp Tüneli) adalah sebuah terowongan jalan raya yang sudah dibangun di Istanbul, Turki, yang melintasi bawah laut selat Bosphorus. Proyek tersebut telah selesai pada Oktober 2016.

Terowongan dek ganda sepanjang 5,4 km (3,4 mi) tersebut menghubungan Kazlıçeşme di bagian Eropa dan Göztepe di bagian Asia dari Istanbul pada rute sepanjang 14,6 km (9,1 mi).
Terowongan tersebut berjarak sekitar 1 km (0,62 mi) dari selatan terowongan kereta bawah laut Marmaray, yang dibuka pada 29 Oktober 2013. Dengan rute baru tersebut, waktu perjalanan antara Kazlicesme dan Göztepe diperpendek dari 100 menit menjadi 15 menit.

Terowongan yang berada di bawah laut selat Bosphorus ini setiap harinya dilewati lebih dari 100.000 kendaraan. Terowongan ini meringkas jarak tempuh dari daerah Kazlicesme ke daerah Göztepe yang semula 100 menit menjadi 15 menit.

Terowongan yang pembangunannya memakan waktu 5 tahun lebih tersebut memiliki jarak 14,6 Km. 5,4 Km. diantaranya berada di bawah dasar laut selat Bosphorus.

Jalan raya terowongan ini terbentang dari kota Istanbul yang berada di benua Eropa, tepatnya daerah Kazlicesme menuju daerah Göztepe yang berada di benua Asia. Bagian terowongan yang memasuki wilayah dasar laut dibuat dalam dua tingkat. Kecepatan kendaraan yang melintasi terowongan ini dibatasi maksimal 77 km/jam.

Terowongan ini menghabiskan dana investasi sebesar 1,2 miliar dollar AS (Rp 16,2 triliun), termasuk pinjaman 960 juta dollar (Rp 12,9 triliun). Manfaatnya adalah untuk mengurangi waktu mengemudi dari yang biasanya mencapai 2 jam menjadi hanya 15 menit.

Proyek ini dibangun oleh konsorsium yang terdiri dari perusahaan konstruksi swasta Turki, Yapi Merkezi dan SK Group Korea Selatan. Total panjangnya 5,4 kilometer, bagian yang berada di bawah Bosphorus mencapai 3,4 kilometer.
Terowongan dua lantai ini dibangun dengan mesin bor khusus yang memiliki rata-rata kecepatan kemajuan harian 8-10 meter. Mengingat Istanbul berada di zona seismik aktif, terowongan ini dirancang untuk menahan gempa dengan kekuatan 7,5 magnitude.

Balikpapan-Penajam sebenarnya bisa dibangun terowongan bawah laut seperti ini, karena akan memudahkan akses kedua daerah. Untuk pembiayaan memang membutuhkan investor bermodal besar, tetapi modal tersebut bisa kembali dari hasil pembayaran dari pengguna jalan. Karena itulah dibutuhkan keseriusan dalam mewujudkan sebuah impian besar seperti ini. Supaya Balikpapan-Penajam bisa terhubung dan bisa maju bersama.*

Editor : EDS/penasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here