Klaim Asuransi Bumi Putera Diminta Menunggu

0
387
Foto. kantor Asuransi Bumi putera cabang Balikpapan

Penasatu.com, Balikpapan – Kalimat ‘menunggu’ selalu dilontarkan pihak Asuransi Bumi Putera Cabang Kota Balikpapa  saat para nasabah mengajukan klaim.

Ya,  permasalahan klaim asuransi kembali terjadi di kota minyak,  kali ini beberapa nasabah pemegang polis asuransi Bumi Putera Cabang Kota Balikpapan menuntut pembayaran atas pengajuan polis yang dimilikinya Senin (8/4).

Menurut informasi beberapa nasabah pemegang Polis Asuransi Bumi Putera, pembayaran mereka belum terbayarkan semenjak kontrak mereka telah selesai dibayarkan, bahkan ada nasabah selaku pemegang polis yang memiliki kontrak 5 tahun sudah selesai dibayarkan, akan tetapi dana yang seharusnya dibayarkan oleh pihak Bumi Putera tidak dibayarkan seluruhnya, melainkan separuhnya saja dengan dalih harus ikut asuransi lagi baru dana itu bisa dicairkan, terang salah satu nasabah yang namanya tidak mau disebutkan.

Ruang pelayanan nasabah Asuransi Bumi putera

Hal yang sama juga dikatakan oleh nasabah yang lainnya bahwa klaim asuransi yang dimilikinya hanya mendapatkan jawaban menunggu. “Tapi mau menunggu sampai kapan?” ujarnya masgul.

Begitu juga dengan salah satu nasabah yang datang beberapa kali menanyakan pengajuan klaimnya sejak bulan Juni 2017 sampai sekarang tidak kunjung dibayarkan dengan jawaban yang sama diberikan oleh pimpinan cabang yaitu untuk saat ini prosesnya dalam tahap menunggu dana, itu terus jawaban yang bisa diterima dari nasabah pemegang polis.

Saat awak media ingin mengkonfirmasi ke Pimpinan Cabang Bumi Putera, tidak mau ditemui,  dengan alasan bahwa awak media bukan pemegang polis, bahkan ada salah satu karyawannya tersebut menutup pintu ruangan dengan kencang entah karena mengetahui kedatangan awak media yang ingin mengkonfirmasi permasalahan ini atau tidak sengaja yang jelas menimbulkan kesan yang tidak nyaman dan kurang sopan.*

Wartawan: RIEL/HER58

Editor: BS


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here