Balikpapan Jazz Lovers bukan Sekedar komunitas Borju, Tapi Juga Peduli Sesama

0
320
Ahmad Jailani Ketua Balikpapan Jazz Lovers

Penasatu.com, Balikpapan – Kepedulian sosial Komunitas Musik Jazz  yaitu Balikpapan Jazz Lovers (BJL)  yang  berdiri sejak 17 Juli 2008 tidak perlu diragukan lagi, ini terlihat dengan beberapa kali berhasil menggelar konser-konser amal untuk saudara-saudara kita yang terkena musibah seperti gempa bumi di Aceh, Lombok, dan Donggala Palu.

Walau mungkin hasil yang diperoleh berupa materi tidak begitu banyak, karena hanya mengandalkan dari sumbangan dari penonton yang datang pada saat konser berlangsung. Tapi, setidaknya semua ini adalah gambaran bahwa komunitas dan musisi jazz di Balikpapan ikut peduli dengan penderitaan dan ikut serta meringankan saudara-saudara kita yang terkena musibah.

Teman-teman yang tergabung di Balikpapan Jazz Lovers beserta band-band partisipannya menyambut baik ketika ada terjadi musibah dan spontan mengajak mereka untuk membuat konser amal. Begitu juga dengan dengan tempat penyelenggaraannya seperti plaza,  khusunya Plaza Balikpapan merespon dengan baik ide konser amal tersebut dengan menyediakan tempat sampai ke sound system yang kami perlukan, bahkan sampai ke konsumsi, ujar Ahmad Jailani Ketua BJL.

Berikut beberapa catatan event amal yang pernah  digelar Balikpapan Jazz Lovers, seperti diungkap Ahmad Jailani Ketua BJL  atau Guru Jai biasa di panggil, Senin (29/4) di warkop Cincong Pasar baru, Balikpapan.

“Jazz for Aceh”, event ini digelar dengan sederhana pada Sabtu, 28 Januari 2018 di Plaza Balikpapan, yang bertujuan menggalang dana kemanusian untuk membantu saudara kita yang tertimpa musibah gempa di Aceh pada November 2016.

Event amal ini diikuti oleh beberapa grup jazz Balikpapan, diantaranya adalah; X Band, Simple Beat, Saat Teduh, Bodhisattva Tribute Toto, dan Kalimata. Acara yang digelar dari jam 19.00 sampai 21.30, sangat menghibur masyarakat pecinta jazz yang datang ke Plaza Balikpapan, sambil menyisihkan rezekinya ke dalam kotak sumbangan yang telah disediakan, ujar Guru.

“Jazz for Lombok”,  keprihatinan akan gempa bumi yang menelan banyak korban di Lombok, membuat Balikpapan Jazz Lovers kembali mengadakan konser amal. Event yang  digelar di Plaza Balikpapan, Sabtu, 15 September 2018 dari pukul 16.00 – 21.30 ini diawali dengan launching buku “Jazz Untuk Balikpapan” dan beberapa eksemplar buku ini juga dilelang yang hasilnya semuanya disumbangkan untuk saudara-saudara kita di Lombok.

The Manching sebagai band pembuka, malamnya para penonton yang hadir dihibur oleh Exploisson Band, Bodhissattva Tribute Toto, Soulace, dan diakhiri dengan jamming session dari beberapa musisi jazz yang hadir pada saat itu.

Masih kata Jailani, ternyata musibah gempa bumi terus menimpa negeri ini, belum reda, gempa di Lombok, kemudian Palu dan beberapa daerah di Sulawesi Tengah kembali diguncang gempa yang berkekuatan besar dan berdampak stunami hingga meluluh lantakkan kota Palu dan Donggala.

Duka yang dialami oleh Palu juga merupakan duka kita, duka seluruh masyarakat Indonesia, dan Balikpapan Jazz Lovers bersama musisi-musisi jazz Balikpapan berinisiatif untuk kembali menggelar acara amal. Masih mengambil tempat di Plaza Balikpapan. Event yang bertajuk “Jazz for Palu & Donggala” digelar pada 3 November 2018, dari jam 19.00 – 21.00 menampilkan 3 grup band, diantaranya Be Delight, Bodhisattva Tribute Toto, dan Soulace.

Kegiatan-kegiatan sosial diluar musik pun pernah dilakukan beberapa kali oleh BJL, diantaranya adalah membagikan tajil untuk masyarakat Balikpapan pada saat bulan Ramadhan yang tidak sempat berbuka puasa dirumah karena masih dalam perjalanan pada saat menjelang berbuka puasa, dengan memusatkan kegiatan di lapangan Merdeka Balikpapan, ungkapnya.

Pada 19 Januari 2019 lalu di Atrium Plaza Balikpapan, BJL kembali dengan konser Jazz for Banten & Lampung.

Ini semua bukti kepedulian BJL dengan apa yang sedang menimpa saudara-saudara kita diluar daerah dan di daerah sendiri. Bukan hanya melulu soal bagaimana masyarakat kita mendapat hiburan lewat musik jazz, tetapi jazz adalah menjadi media untuk membantu orang banyak setidaknya meringankan beban mereka yang sedang terkena musibah, jelas Jailani

Kami sangat sadar bahwa komunitas ini tidak dapat menyumbangkan materi yang besar, namun lewat musik kami bisa melakukan sesuatu hal yang berguna, guna menolong sesama dengan menggelar event-event amal, imbuhnya.

Selain konser amal BJL juga menyalurkan sembako hasil sumbangan para anggotanya untuk diserahkan kepada beberapa panti asuhan.

Karena Balikpapan Jazz Lovers bukan hanya komunitas borju dan berhura-hura dengan musik, tapi komunitas ini sudah membawa manfaat untuk orang banyak.,tutup Guru Jai.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here