Teofilus Budi Serahkan Penghargaan Kepada Komunitas Tiaq Egah Sekaligus Tutup FTI

0
420
foto. Dinas Pariwisata Kutai Barat melalui Kabid Pengembangan Karya seni dan Budaya Teofilus Budi menyerahkan Plakat kepada Ketua Panitia Festival Tanjung Isuy(FTI) Erik Estrada.

Penasatu.com – Kutai Barat – Pemberian Penghargaan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Pariwisata sebagai bentuk apresiasi kepada komunitas Tiaq Egah sebagai pelopor acara Festival Tanjung isuy (FTI).

Acara pemberian hadiah dan pentas seni tari menjadi rangkaian acara penutupan Festival Tanjung Isuy yang berlangsung di Lamin Tumenggung Marta, jalan Taman Siswa Kampung Tanjung Isuy, Kecamatan Jempang Kubar, Senin (5/8/2019) malam.

Para juara Pentas Seni Tari pada festival Tanjung Isuy (FTI) foto bersama.

“Bupati Kutai Barat FX Yapan, SH dalam sambutan tertulis yang di bacakan langsung oleh Kabid Pengembangan Karya seni dan Budaya Teofilus Budi mengatakan, bahwa acara Festival Tanjung Isuy adalah salah satu cara pembangunan kepariwisataan di Kutai Barat dengan mengembangkan wisata alam dan Kebudayaan, melalui program pemasaran potensi wisata.

Masih, kata Teofilus Budi, sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Kubar, khususnya di Kampaung Tanjung Isuy ini, dan di harapkan agar kampung-kampung lainnya bisa membuat acara serupa agar semakin meningkatkan kecintaan terhadap kebudayaan di daaerah sendiri, sehingga kebudayaan tidak tergerus oleh budaya asing.”ujarnya.

Kemudian, sambung Teofilus Budi lagi, selamat atas suksesnya acara ini dari awal hingga penutupan berkat kerja keras Komunitas Tiaq Egah, dan seluruh masyarakat tanjung isuy. “Yang sudah menjaga dan terus melestarikan potensi wisata dan Budaya yang ada di Tanjung Isuy sehingga tetap menjadi aset Daerah yang berharga,”imbuhnya.

Sementara, Ketua Panitia FTI, Erik Estrada Mengatakan, dengan adanya Festival Tanjung Isuy. Diharapkan memberikan dorongan kepada para generasi muda agar bisa lebih mengembangkan dan mencintai seni dan budaya yang ada dan tidak terpengaruh oleh budaya asing di zaman milenial ini. Erik, juga berpesan “Cintailah budaya kita jangan sampai melupakan apalagi menghapus sejarah kita karena sejarah kita adalah bukti bahwa negara kita kuat akan adat istiadat dan kebudayaan,” pungkasnya.*

Kontributor: Ichal

Editor: Pena1.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here