Polres Kubar Sosialisasikan Larangan Penggunaan Knalpot Racing, Kasatlantas: Selain Bising Juga Menggangu Kenyamanan

0
118 views

Personil Satlantas Polres Kutai Barat saat sosialisasi Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan dengan datang langsung ke bengkel motor di Kubar. (Foto Dok Kominfo Kubar).

SENDAWAR, Penasatu.com – Kepolisian Resor (Polres) Kutai Barat menggelar Sosialisasi Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan, khususnya tentang pelarangan menggunakan knalpot brong/racing dengan memdatangi bengkel bengkel sepeda motor dan imbauan melalui kepada masyarakat pengguna roda dua.

Dilansir dari Portal Pemerintah Kubar, Kepala Kepolisian (Kapolres) Kutai Barat, AKBP Irwan Yuli Prasetyo SIK MH melalui Kasat Lantas Polres Kubar, AKP Alimuddin mengatakan, sosialisasi dan imbauan pelarangan menggunakan kenalpot Bring (Racing) bagi kendaraan roda dua ini, agar masyarakat dapat mematuhi Undang-undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan.

Pasalnya, pengguna knalpot racing menimbulkan banyak keluhan, karena masyarakat merasa terganggu dengan suara knalpot brong dan  racing tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Polres Kubar melalui Satuan Lalu Lintas ( Sat Lantas) melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat dan pemilik usaha bengkel terkait pelarangan penggunaan knalpot racing sejak Selasa, 8 Juni 2021 lalu.

“Kami gencar melakukan sosialisasi dan imbauan dengan cara mendatangi bengkel kendaraan bermotor tentang imbauan pelarangan menggunakan knalpot brong/racing  sesuai pasal 285 ayat 1,” jelas Kasat.

Diterangkan Kasat Lantas, pelanggaran knalpot yang tidak sesuai standart SNI dapat dikenakan pasal 285 ayat ( 1 ) junto pasal 106 ( 3 ) junto pasal 48 ayat ( 2 ) dan ayat ( 3 ) UU No 22 Tahun 2009 dengan pidana kurungan paling lama 1 Bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Kepada seluruh masyarakat untuk bisa lebih disiplin dalam mentaati peraturan lalulintas, termasuk pelarangan penggunaan knalpot brong. Karena selain bising juga sangat menganggu kenyamanan dan meresahkan masyarakat.

“Saya berharap masyarakat bisa menyadari jika penggunaan knalpot racing (tidak standar) bisa mengganggu kenyamanan masyarakat terlebih di malam hari, ” tukasnya.(Lilis/Hermanto/Kominfo Kubar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here