Persinas Asad adakan TOT Juri dan Pelatih

0
241
Foto. Pembukaan TOT Persinas ASAD.
<

Penasatu, Balikpapan -Perguruan Pencak Silat Nasional ASAD menggelar Training Of Trainer (TOT) bagi Juri dan Pelatih Pencak Silat Seni khusus Festival selama 3 hari (25-27/7/2019) dengan diikuti oleh 8 kabupaten/kota di Aula Pondok Pesantren Bairuha dilanjutkan dengan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) bertempat di Hotel Sepinggan Balikpapan, Minggu (28/7).

Kegiatan Training Of Trainer (TOT) bagi Juri dan Pelatih Pencak Silat Seni khusus Festival dibuka oleh ketua III Pengprov Kaltim Abdurofik Almutawari serta pemateri pelatih seni nasional Heri Usianto, pelatih Kasiono dan Wasit nasional H. Wahyudianto.

Sementara itu ketua panitia, H.Agus Wijayanto mengatakan, kegiatan ini bertujuan mencetak Juri dan Pelatih dalam kategori Pencak Silat Seni kategori festival yang merupakan cabang baru yang sedang digalakkan agar bisa dipertandingkan dilingkungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).

“Pencak Silat saat ini masih dikenal sebagai salah satu cabang olahraga prestasi saja. Padahal Pencak Silat ini sebenarnya sangat kaya akan teori, teknik-teknik serta jurus-jurus yang tidak bisa dipraktekkan dalam pertandingan laga pada umumnya. Sehingga untuk memunculkan aspek seni tersebut diadakanlah Pencak Silat Seni Festival. Seperti halnya di Kalimantan ini sebenarnya sangat kaya akan tradisi silat yang memiliki jurus-jurus yang handal dan indah dipadu dengan busana lokalnya. Dalam Pencak Silat Seni Festival semua itu bisa ditampilkan. Sehingga Pencak Silat sebagai seni beladiri dapat menampilkan jatidiri secara utuh dengan segala latar belakang budaya yang dimiliki,” jelas Agus

“Pesilat kami Rama Tirmidzi dan Abdul Aziz tahun ini berhasil menjadi juara dunia dengan mengangkat silat dalam budaya Kalimantan di ajang World Pencak Silat Championship yang mana diikuti oleh 32 negara,” imbuhnya.

Ketua Provinsi Kaltim, Abdurofik Almutawari dalam sambutannya berharap agar peserta TOT dapat mengembangkan ilmunya yang didapat didaerahnya masing-masing serta para juri bisa bergabung dalam IPSI untuk mempertandingkan seni Festival ini. “Kami perguruan pertama di Kaltim yang mengadakan pelatihan juri dan pelatih untuk Silat Festival ini,” ungkapnya.,

Setelah TOT selesai dilaksanakan selama 3 hari kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) pada hari Minggu (28/7) yang diikuti oleh kabupaten Berau, Kutim, Kukar, Bontang, Samarinda, PPU, Paser dan Balikpapan sebagai tuan rumah.

Fokus pembahasan Rakerprov adalah penggantian beberapa pengurus provinsi yang sudah tidak aktif serta peningkatan sarana dan prasarana latihan seperti pembangunan Padepokan Silat yang cukup megah di Karang Pace, Samarinda.*

Penulis: Andi (are).

Editor:Pena1.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here