Pandemi Belum Melandai di Balikpapan, Anak-anak Kian Marak di Persimpangan Lampu Merah

0
27

Memprihatinkan, masih maraknya anak-anak di jalan jalan kota Balikpapan.( insert, Suryani anggota DPRD Balikpapan)

PENASATU.COM, BALIKPAPAN – Fenomena pedagang yang usianya masih masih anak-anak kian marak di persimpangan lampu merah yang ada di kota ini. Mereka menjajakan barang dagangannya kepada pengendara yang sedang berhenti di lampu merah.

Balikpapan sebagai kota yang layak huni dan juga layak anak
mestinya lebih peduli dengan keberadaan anak-anak tersebut dimana mereka perlu menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota (Pemkot).

Terutama bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, baik Dinas Sosial (Dinsos) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Balikpapan. Pasalnya, berjualan di lampu merah tentu sangat beresiko dan mengancam keselamatan anak-anak itu sendiri.

“Iya, kami sangat menyayangkan dengan kian maraknya anak-anak yang sering berada di persimpangan lampu merah dan jalan raya menjajakan dagangan mereka,” komentar anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Suryani.

Menurut dirinya perlu ada tindakan yang dilakukan OPD terkait permasalahan anak-anak yang sering berada di lampu merah.

Lanjut Suryani, di tengah covid-19 saat ini sungguh sangat membahayakan bagi kesehatan anak-anak tersebut.

“Harus dicari tahu terlebih dahulu apa anak-anak itu merupakan warga pendatang atau warga asli Balikpapan,” katanya.

“Kalau warga pendatang harus dipulangkan, dan jika warga Balikpapan orangtuanya harus dipanggil dan mediasi diberikan pengarahan dan teguran,” tegasnya.

Saat ini perlu adanya tindakan dari Dinsos dan Satpol PP untuk mengamankan anak-anak tersebut, sehingga ada pengarahan dan himbauan yang diberikan untuk mereka.

“Kan Peraturan Daerah (Perda) nya sudah ada, tinggal dijalankan saja. Jangan dibiarkan mereka itu, apalagi mereka masih anak-anak yang seharusnya berada di rumah, bukan di jalanan,” pungkas politisi Partai Golkar.*

Wartawan: Riel Bagas
Editor: HTBS/Penasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here