Menelusuri Peradaban Dunia di Turki (5) Belum Lengkap ke Istanbul Kalau Belum ke Hagia Sophia

0
24 views

Foto.Bangunan Hagia Sophia yang tetap kukuh dan megah.

oleh : Andy Ar Evrai

PENASATU.COM, ISTANBUL-Saat berada di Istanbul rasanya belum lengkap kalau belum mengunjungi Hagia Sophia bangunan tua dan paling bersejarah di Turki karena berumur ribuan tahun dan menjadi saksi atas perjalanan peradaban di kawasan ini.

Saya pun tidak mau melewatkan kesempatan ini untuk melihat langsung saksi peradaban sejarah dunia ini. Dengan didampingi oleh seorang mahasiswa Indonesia yang sedang kuliah di Turki, maka saya pun mengunjungi bangunan tersebut.

Hagia Sophia yang artinya kebijaksanaan suci (bahasa Turki: Aya Sofya) adalah landmark kota Istanbul selain Blue Mosque, merupakan bangunan megah yang menurut saya sangat wajib dikunjungi berada di kota ini.

Bangunan ini adalah harta warisan penting dunia yang sudah berusia ribuan tahun dan memiliki sejarah masa lalu panjang bagi umat manusia khususnya bagi umat Kristen dan Islam. Yang membuat lebih menarik selain usia dan sejarahnya adalah keindahan arsitekturnya yang mengagumkan karena dibuat berabad-abad lampau.

Entah bagaimana manusia zaman dulu membangunan Hagia Sophia ini dengan bangunan yang begitu kokoh dan megah sebab bangunan tersebut tentu membutuhkan pondasi yang kuat dan bahan material yang banyak.

Lokasi Hagia Sophia ini berhadapan dengan Blue Mosque, di Ayasofya Meydani kawasan Sultanahmet dengan batas sebuah taman. Jadi dari bagian taman di depan Blue Mosque, tampak kemegahan Hagia Sophia demikian pula sebaliknya. Untuk masuk ke Hagia Sophia harga tiket masuknya adalah 72 Lira, lebih baik berangkat awal jika tidak ingin antri lama. Pada hari Senin museum ini tutup. Ketika musim dingin saat saya berkunjung, ribuan turis dari berbagai Negara memadati museum tersebut, termasuk turis dari daratan Tiongkok.

Sementara di belakang Hagia Sophia terdapat bangunan makam atau mausoleum dengan tiket masuk gratis. Di sini tempat makam para Sultan beserta keluarganya, misal Sultan Murad III, Sultan Mehmet III, Sultan Selim . Kami hanya sempat masuk ke makam ini sebentar, ketika berjalan keluar dari kunjungan di Topkapi Palace, karena mengira ini adalah tempat masuk ke Hagia Sophia. Ternyata Hagia Sophia berada tidak jauh di depan bangunan makam ini.

Saat ini bangunan Hagia Sophia dalam kondisi diperbaiki dan dipercantik sehingga ada beberapa ruangan yang tidak bisa dimasuki pengunjung. Karena Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berencana mengembalikan Hagia Sophia sebagai masjid.

Museum yang awalnya dibangun sebagai gereja, kemudian beralih fungsi sebagai masjid ini punya perjalanan panjang dan menarik. Sampai saat ini Hagia Sophia masih menjadi destinasi yang banyak dikunjungi wisatawan saat berkunjung ke Turki.

Berikut lima fakta menarik dari Hagia Sophia:

1. Lambang keagamaan dua agama karena Hagia Sophia merupakan museum yang unik. “Mungkin hanya satu-satunya di dunia bisa melihat lambang dua agama dipajang sejajar, yakni tulisan Allah dan Muhammad SAW di sebalahnya ada lukisan Bunda Maria dan bayi Yesus

2. Lukisan mosaik Yesus dan Bunda Maria Jejak Hagia Sophia sebagai Gereja Kristen Ortodoks Yunani dapat dilihat dari lukisan mosaik yang berada di beberapa bagian gedung. Kebanyakan di bagian atap. Lukisan ini berfokus pada Bunda Maria dan Yesus. Saat menjadi masjid pada 1453, lukisan-lukisan tersebut ditutup dengan plester dan lukisan dekorasi. Baru pada 1935 dilakukan restorasi lukisan mosaik dengan membuka pleter penutup. Proses ini dapat dilihat di dokumentasi yang dipajang pada dinding Museum Hagia Sophia.

3. Sempat jadi bangunan dengan kubah berbesar di dunia Jika melihat Hagia Sophia, bagian bangunan yang paling mencolok adalah kubah. Saat dibangun, Hagia Sophia sempat menjadi bangunan dengan kubah terbesar di dunia. Kubah awal memiliki tinggi 161 meter dengan diameter 40 meter, di desain oleh arsitek Anthemios of Tralles dan Isidoros of Miletos. Kemudian kubah ini roboh pada tahun 558. Dibangun lagi menjadi lebih besar dengan tinggi 55 meter, ditopang tian pancang dan kubah-kubah yang lebih kecil.

4. Menggunakan sisa bangunan kuno legendaris Untuk memperkuat dan memperindah interior gereja, tiang-tiang dari Kuil Artemis yang telah lama ditinggalkan dan dihancurkan di Efesus, digunakan untuk Hagia Sophia. Bahan bangunan tambahan mungkin juga berasal dari situs kuno di Baalbeck dan Pergamom.

5. Berfungsi sebagai masjid selama 500 tahun Setelah perang salib berakhir dan pada 1453 Kosntatinopel jatuh ke Kaisaran Ustamaniyah, maka fungsi Hagia Sophia berubah menjadi Masjid. Beberapa fasilitas untuk mendukung ibadah kemudian ditambahkan. Mulai dari mihrab, minbar, air mancur untuk wudhu, sejumlah menara, dapur, perpustakaan, makam, dan pondok Sultan. Beberapa fasilitas ini masih dapat dilihat sampai saat ini di Hagia Sophia. Pada 1934, pendiri Turki modern Mustafa Kemal Atatürk memutuskan untuk merestorasi gereja dan masjid dari zaman Kostantinopel dan Ustamaniyah menjadi museum. Salah satunya adalah Hagia Sophia.
Saat berada di bangunan ini, saya sampai tidak habis pikir tentang pembangunan Hagia Sophia ini, sebab seluruh bangunan begitu kokohnya. Saya membandingkan bangunan-bangunan tua di kota Balikpapan yang satu persatu mulai hilang karena dirobahkan, padahal umur bangunan tersebut belum sampai seabad.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here