Mahasiswa Uniba Kunjungi Waduk Manggar

0
370
Foto. 90 orang mahasiswa Uniba lakukan belajar lapangan ke waduk Manggar.

Penasatu.com, Balikpapan – Untuk menambah wawasan tentang pengelolaan air bersih yang ada di Kota Balikpapan, Mahasiswa Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Balikpapan (Uniba)mendapatkan kesempatan mengunjungi tempat pengelolaan air bersih yang ada di Waduk Manggar pada (4/4). Terletak di Kelurahan Karang Joang KM 12, Waduk Manggar ini digunakan sebagai penyuplai air baku oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah Kota Balikpapan.

Selain untuk belajar, kunjungan ini merupakan salah satu upaya Teknik Sipil  untuk tindak lanjut program penyebarluasan Pendidikan Lingkungan yang didukung oleh pihak kampus dan bekerjasama dengan sektor lain.

Didampingi oleh Pak Suryo yang biasa akrab disapa Kang Uyo dan Pak Maulid dari PDAM, mahasiswa Uniba  mengelilingi Waduk Manggar yang luasnya sekitar 403.00 hektar dengan daya tampung sebesar 16,3 juta meter per detik.

“Sambutan pihak PDAM sangat baik kepada kami,” kata Ir.Reno Pratiwi,ST,MT dosen Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan Uniba kepada Pena Satu.

Pratiwi yang didampingi oleh Dekan Fakultas Tehnik Sipil dan Perencanaan Uniba Ir.Rahmat,ST,MT ini menyampaikan bahwa para mahasiswa mendapatkan keterangan tengtang pengolahan air di waduk Manggar, yaitu sebelum memasuki pengelolahan, air baku dari waduk terlebih dahulu diambil menggunakan intake.

Alat ini berfungsi untuk mengambil air dari waduk lalu disalurkan ke tempat pengolahan air menggunakan pipa-pipa. Air baku ini kemudian akan ditampung di clarifier sebagai tempat terjadinya koagulasi. Di dalam clarifier inilah air akan dibersihkan dari kotoran-kotoran, kemudian kotoran akan dibuang melalui pipa saluran pembuangan. Dari sini air akan disalurkan ke instalasi pengelolaan air yang ada di Kota Balikpapan.

Proses pengolahan air bersih sendiri lanjut Pratiwi melalui beberapa tahapan. Pertama, proses koagulasi dimana dalam proses ini air akan dicampurkan dengan bahan-bahan kimia agar kotoran dalam air yang berupa lumpur atau bakteri bisa cepat menggumpal. Kemudian masuk ke tahap selanjutnya yaitu flokulasi (proses pembentukan flok).

Lalu, air akan didiamkan beberapa saat sampai gumpalan kotorannya benar-benar mengendap semua. Proses ini dinamakan sedimentasi. Tahapan berikutnya, air yang sudah dipisahkan dari endapannya akan memasuki proses filtrasi (penyaringan). Tujuannya agar partikel kecil yang masih terbawa dalam air bisa hilang dan menghasilkan air yang benar-benar jernih. Terakhir, air yang sudah jernih akan diberi desinfektan untuk menghilangkan bakteri penyebab penyakit.

“Ternyata pengolahan air ini memang bersih,” ujar Pratiwi.

Adapun bahan kimia jenis apa saja yang biasa digunakan untuk proses pengolahan air bersih, yaitu Proses pengolahan air bersih di PDAM ini menggunakan tiga jenis bahan, yaitu kapur, tawas, dan kaporit. “Kendala yang sering dihadapi dalam proses distribusi air bersih di Kota Balikpapan jelas ada,” ujar Pratiwi

Karena kontur tanah di Kota Balikpapan ini banyak perbukitan dan masih banyak hutan, pastinya kendala yang sering terjadi adalah terjadinya pipa bocor. Butuh proses perbaikan sementara kebutuhan air masyarakat masih terus berjalan. Begitu juga pasokan listrik yang terkadang terjadi pemadaman sehingga bisa menganggu proses operasional.

Pratiwi  pun menyampaikan bahwa  selama musim kemarau tiba, air di Waduk Manggar masih cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Balikpapan.

Sebenarnya musim di Balikpapan susah diprediksi. Terkadang siang panas lalu malamnya bisa hujan. Curah hujan sampai sekarang masih tergolong stabil. Hanya saja pada tahun 2014 lalu, sempat terjadi musim kemarau panjang 4 empat bulan tidak turun hujan. Pada waktu itu kami mengalami krisis ketersedian bahan baku air di Waduk Manggar.

Menurut Pratiwi serdasarkan hasil diskusi di atas dan berbagai keterangan yang disampaikan oleh pihak PDAM, dapat diambil kesimpulan bahwa proses untuk mendapatkan air bersih layak pakai membutuhkan waktu cukup panjang. Nah, karena air merupakan sumber kehidupan yang sangat penting untuk kehidupan sehari-hari. Mari menggunakan air sesuai dengan kebutuhan.

Para mahasiswa Uniba yang menngikuti kegiatan di waduk Manggar ini mendapatkan pengetahuan baru tentang pengolahan air, para mahasiswa ini sudah masuk di semester 6, sehingga dengan pengetahuan barunya ini bisa digunakan untuk membantu masyarakat nantinya.(are)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here