KPU Mahulu : Kegiatan Mutarlih dan Coklit, Upaya Mewujudkan DPT Valid di Pilbup Mahulu 2020

0
48

Paulus Winarno Hendra Mukti Kepala Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Mahakam Ulu saat melakukan pendampingan petugas coklit dengan warga Mahulu.

Reporter : Ichal Penasatu

Penasatu.com, Mahakam Ulu – Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Mahakam Ulu (KPU Mahulu) saat ini tengah melaksanakan tahapan Pemutakhiran dan Penyusunan Daftar Pemilih (Mutarlih). Tahapan ini dimulai dengan kegiatan penyelarasan DPT Pemilu 2019 Kabupaten Mahakam Ulu dengan Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) yang sebelumnya telah disampaikan oleh Pemerintah kepada KPU RI.

Nantinya hasil penyelarasan ini akan dipakai sebagai basis data kegiatan Pencocokan dan Penelitian (Coklit).

Untuk itu KPU Mahulu terus meningkatkan kapasitas para Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) sebagai petugas yang langsung melakukan Coklit di masyarakat, serta PPS dan PPK, ungkap Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Mahulu, Paulus Winarno Hendra Mukti, Selasa (28/7/20).

Seperti diketahui kegiatan coklit digelar serentak di seluruh Indonesia sejak 15 Juli 2020 lalu yang dimulai dengan Gerakan Klik Serentak. Yaitu melalui lindungihakpilihmu.kpu.go.id sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas KPU dalam mengelola dan memutakhirkan data pemilih.

“Berdasarkan instruksi KPU RI, pada 18 Juli 2020 lalu kami telah melaksanakan Apel Coklit serentak dilanjutkan melakukan pendampingan kepada petugas PPDP dalam melakukan Coklit pada Camat, Petinggi, dan tokoh diwilayah atau kampung setempat,” imbuh Paulus.

Jumlah pemilih yang terdaftar dalam formulir A.KWK adalah 25.206 yang tersebar di lima kecamatan di Mahakam Ulu. Sedangkan jumlah petugas PPDP sebanyak 84 orang untuk 84 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari hasil pra-pemetaan.

Dengan asumsikan 1 TPS untuk maksimal 500 orang pemilih. Hal ini berpedoman pada PKPU 6 Tahun 2020, agar saat pemungutan suara, tidak terjadi penumpukan pemilih di TPS. KPU Mahulu juga mempertimbangkan penyebaran masyarakat berdasarkan kondisi geografis Mahakam Ulu.

Dengan kondisi geografis Mahulu yang cukup sulit, maka KPU memaksimalkan sosialisasi untuk kegiatan Coklit dengan menetapkan skala prioritas satu. Katagori diambil berdasarkan sulitnya akses transportasi dan terbatas komunikasi seluler yang membuat informasi KPU melalaui media sosial sulit tersampaikan yang menyebabkan angka partisipasi masyarakat kurang dari 71 % di Pemilu 2019 lalu.

Sesuai PKPU Nomor 6 tahun 2020, ditengah pandemi covid-19 petugas PPDP telah di Rapid test dan Bimtek terkait penerapan protokol kesehatan. Sehingga tidak ada lagi masyarakat yang enggan berpartisipasi dalam kegiatan Coklit, harapnya.

Walaupun sampai saat ini Mahulu masih dalam zona hijau atau zero covid-19, namun penerapan protokol kesehatan terus kita galakkan. Seperti dalam penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dalam setiap kegiatan Coklit. Petugas harus cerdas agar pemilih berkualitas, pungkasnya.*

Editor : penasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here