Ketua Komisi III Soroti Pembangunan Kantor DPRD Balikpapan Tahap Dua yang Belum Berjalan

0
25

Balikpapan, penasatu.com – Pembangunan tahap kedua Gedung Kantor DPRD Kota Balikpapan sampai saat ini belum juga dikerjakan. Sementara kontraktor selalu pemenang tender sudah ditetapkan sehingga menjadi pertanyaan.

Hal ini juga menjadi sorotan Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Alwi AlQadri saat diwawancarai awak media , Selasa (11/6/2024).

Alwi menjelaskan bahwa dirinya sudah menghubungi Dinas Pekerjaan Umum (DPU) kota Balikpapan menanyakan kenapa sampai sekarang tidak juga ada tanda-tanda dikerjakan. “Sementara kontraktor pemenang tender sudah ada,” ucapnya

.

Lanjut Alwi, semestinya pekerjaan pembangunan kantor DPRD Tahap Kedua ini sudah mulai di kerjakan di bulan April atau bulan Mei, tapi ini sudah bulan Juni tetapi belum ada tanda tanda dikerjakan.

“Kalau menurut saya, mereka ini start nya sudah telat, Jangan sampai nanti diakhir tahun terjadi keterlambatan, dikarenakan alasan susahnya mendapatkan meterial,” imbuhnya.

“Katanya awal Juni ini sudah mulai dikerjakan, tapi sampai sekarang tidak ada material masuk atau pekerja yang mau bekerja saja tidak ada,” tanya Alwi.

Alwi mengakui, dirinya khawatir pekerjaan pembangunan tahap kedua kantor DPRD Balikpapan akan molor.

“Kalau boleh jujur, kantor DPRD Balikpapan sangat miris, jika di bandingkan kantor DPRD daerah lain,” jelasnya.

“Kita kepengen punya gedung baru, bukan untuk gagah-gagahan sebagai anggota dewan, melainkan kebutuhan,” tegas Alwi.

Alwi mengingatkan, ketika proyek pembangunan tahap kedua mulai dikerjakan, sebaiknya dikerjakan dengan benar. Jangan sampai dengan waktu pengerjaan yang hanya sekitar 6 bulan saja, pekerjaan pembangunan kantor DPRD Balikpapan dikerjakan dengan asal-asalan. Sehingga menimbulkan tidak diperhatikannya lagi kualitas. Lantaran ingin mengejar progres pekerjaan dengan waktu pekerjaan yang singkat.

Politisi Golkar inipun sangat mewanti-wanti pekerjaan pembangunan kantor DPRD Balikpapan. Jangan sampai kontraktor yang mengerjakan tidak memiliki modal kuat, maka secara otomatis terdampak dengan pekerjaannya.

“Ya..mohon maaf, kalau kontraktor yang mengerjakan memiliki modal, itu lebih baik. Tapi kalau yang mengerjakan proyek ini tidak kuat modal, mati lah kita,” pungkas Alwi.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here