Kelurahan Lamaru Bentuk Lumpangan di Tengah Wabah Pandemi

0
70

Dr Surata M Pd Lurah Lamaru Balikpapan Timur

PENASATU.COM, BALIKPAPAN – Sejak dibentuknya “Kampung Siaga Covid-19” Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur beberapa waktu lalu saat ini tim yang dibentuk sangat solid dan tidak hanya fokus pada satu permasalahan saja.

Lurah Lamaru Dr Surata M Pd saat berbincang di ruang kerjanya, Rabu (6/5/2020), menjelaskan sejak dibentuk tim yang bertugas sudah melakukan banyak hal untuk masyarakat yang berada di sekitar kelurahan.

Tim yang bertugas bukan hanya menangani permasalahan penyebaran covid-19 saja, akan tetapi ada permasalahan lain diluar itu yang dibantu oleh tim.

Salah satunya dimana saat ini ada warga Lamaru yang sedang berada di Jakarta melakukan pengobatan untuk anaknya (operasi jantung), namun permasalahan yang dihadapi saat ini oleh warga tersebut tidak dapat kembali ke Balikpapan karena tidak adanya penerbangan.

“Ada warga kami yang membawa anaknya untuk operasi jantung di Jakarta, akan tetapi tidak dapat kembali ke Balikpapan dikarenakan terkendala tidak ada penerbangan,” katanya.

Lantaran batas waktu sampai ada penerbangan saat ini belum bisa dipastikan kapan, maka tentu saja kebutuhan hidup warga Lamaru yang di Jakarta tersebut pasti menjadi kendala di sana.

“Tentu saja hal tersebut yang harus dipikirkan pemerintah Balikpapan, khususnya saya selaku Lurah. Alhamdulillah, baik Dinas Sosial dan para donatur yang ada sudah bergerak cepat untuk membantu,” ungkap Surata.

Surata menambahkan, bantuan yang diberikan untuk kebutuhan warga yang berada di Jakarta merupakan inisiatif warga untuk menggalang dana, dan dari bantuan tersebut dikumpulkan melalui wadah yang disebut “Lumpangan” (Lumbung Pangan Lamaru) dan Lumpangan sendiri digagas oleh teman-teman baik LPM, Puskesos, RT dan lainnya.

Ditempat yang sama Herlina Erawati selaku Bendahara Lumpangan Lamaru menyampaikan, jika awal menggagas ide terbentuknya Lumpangan karena aktivitas kegiatan yang sudah dijalaninya selama ini di bidang Kesejahteraan Sosial.

Dimana masalah yang sering dihadapi dirinya di lapangan ketika ada warga yang menghadapi masalah sosial ekonomi dan kesehatan, namun Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dimiliki bukan merupakan warga setempat (luar daerah), tentu saja hal itu menjadi kendala untuk mencarikan solusi untuk menyelesaikan masalah yang dialami warga tersebut.

Terlebih lagi banyaknya masyarakat miskin yang ada di Balikpapan yang belum tercover dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dari Kemensos.

Sejak itulah dirinya menggagas ide untuk membentuk Lumpangan dan melakukan open donasi, agar dapat membantu menyelesaikan permaslahan yang dihadapi warga.*

Wartawan: Riel Bagas
Editor: HTBS/penasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here