DPRD Gelar RDP Bersama Formak Balikpapan, Ini Penjelasan Ketua Komisi III

0
225

Keterangan foto, Alwi Al Qadri usai Komisi III DPRD Kota Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Formak Kota Balikpapan.

Balikpapan, Penasatu.com -Menindaklanjuti laporan yang disampaikan Forum Masyarakat Anti Korupsi terkait pengerjaan normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Ampal ke DPRD Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim).

Komisi III DPRD Kota Balikpapan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Formak Kota Balikpapan di ruang rapat gabungan, kantor DPRD Balikpapan, Rabu (28/9/2022).

Dihadapan awak media, Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Alwi Al Qadri menuturkan proyek pengerjaan Multiyers DAS Ampal dengan anggaran 136 miliar memang sangat penting dalam upaya pemerintah kota (Pemkot) mengurangi titik banjir dikota Balikpapan.

Alwi menambahkan, pihaknya menyayangkan dari Dinas terkait yakni Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan beserta PT Fahreza yang tidak dapat hadir mengikuti RDP hari ini, sehingga apa yang ingin dibahas tidak berjalan maksimal.

“Kalau dari Dinas PU sebenarnya siap hadir, hanya saja selaku dari pihak PT Fahreza sedang berada di Jakarta, sehingga kemungkinan akan dijadwalkan ulang pada hari Senin mendatang,” katanya.

Politkus Golkar inipun mengatakan, tidak ada permasalahan, sehingga dilakukannya RDP. Hanya saja memang disini pihaknya selaku legislatif yang bertugas sebagai pengawasan, sehingga pihaknya harus mengetahui progres pengerjaannya sudah sejauh apa.

“Ya..fungsi kita sebagai pengawasan, dan kebetulan dinas PU merupakan mitra kami Komisi III, jadi kita berhak tau sejauh mana progres pengerjaan, jangan sampai dengan anggaran yang begitu besar terbuang sia-sia,” ucapnya.

“Disini kita minta, jangan sampai ketika DAS Ampal dikerjakan, namun titik banjir di Balikpapan tidak berkurang sama sekali. Jadi dengan anggaran yang sangat besar ini, besar harapan warga Balikpapan agar permasalahan banjir di Balikpapan bisa teratasi,” tambahnya.

Alwi menambahkan, dengan anggaran pengerjaan DAS Ampal yang begitu besar paling tidak dapat mengurangi sekitar 50 sampai 70 persen banjir di Balikpapan.

“Kalau dengan pengerjaan DAS Ampal ini diharapkan bisa 50 atau 70 persen banjir berkurang. Kalau tidak ada banjir sama sekali itu masih sulit, paling tidak bisa mengurangi banjir di Balikpapan,” jelasnya.

Ditempat terpisah, saat media ini mengkonfirmasi kepada Direktur Utama (Dirut) PT Fahreza Duta Perkasa terkait ketidakhadirannya melalui pesan singkat. Namun hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here