Diskominfo Kaltim Gelar Bimtek Dukung Transformasi Digital Penerapan SPBE

0
48

Balikpapan, penasatu.com – Dalam rangka mendukung transformasi digital pemerintahan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI terus mensosialisasikan penerapanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Pemerintah daerah juga berperan dalam SPBE termasuk Pemerintah provinsi Kalimantan Timur yang menggelar bimtek, sosialisasi, FGD dan asistensi, Senin (30/5/2022) di Swiss-belhotel Balikpapan.

Kepala Diskominfo Kaltim Muhammad Faisal mengapresiasi peran Kementerian Kominfo dalam menciptakan kemitraan, memberikan solusi, dan mendukung pemerintah untuk menerapkan dalam membangun koneksi, dan melayani pembelajaran bersama untuk transformasi digital.

“Kita perlu meningkatkan literasi digital secara menyeluruh, seluruh populasi, dan kita perlu meningkatkan kemampuan Teknologi Informasi dan Komunikasi melalui pendekatan seluruh masyarakat,” kata Faisal dalam sambutannya.

Faisal menyampaikan bahwa teknologi digital menawarkan peluang untuk mempercepat capaian tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals) dengan mengubah cara pemerintah, bisnis, dan masyarakat secara keseluruhan.

“Adanya tekknologi baru berpotensi secara mendasar mengubah cara kita berkomunikasi, berinteraksi, memberikan dan mengakses layanan, serta menciptakan nilai tambah,”ucapnya.

Faisal mengemukakan, beberapa tahun terakhir ini pemerintah telah memperkenalkan sejumlah inisiatif penting untuk memajukan negara itu ke era digital dengan mengembangkan platform untuk layanan pemerintah dan koneksi pemerintah-ke-warga (G2C) dan bisnis ke bisnis (B2B).

“Ini terlihat dalam rancangan strategi pembangunan jangka menengah pemerintah, dengan tujuan memperkuat keterampilan digital di dalam pemerintahan itu sendiri agar transformasi digital dilakukan secara terintegrasi dan koheren untuk memudahkan pengguna serta meningkatkan produktivitas ASN,” katanya.

Dalam menghadapi akselerasi transformasi digital, Faisal katakan akan menggeser proses digitalisasi menjadi automasi sehingga membuat ASN bekerja lebih mudah, sehat, dan menyenangkan (Happy, healthy, dan wealthy).

“Intinya kita ingin gagasan, instruksi, dan harapan transformasi digital terlaksana dengan antusiasme dan semangat kita semua karena kita yakin di titik akhir dari transformasi digital ini menjadikan proses bekerja makin menyenangkan bukan merepotkan,” tambahnya.

Tetapi dengan adanya perkembagan digital juga ditemui berbagai permasalahan yang dihadapi mulai dari ketersediaan software dan hardware, transparansi pengadaan aplikasi, hingga SDM yang tidak kompeten. Juga tidak adanya standardisasi nasional sehingga data masing-masing instansi sulit diselaraskan.

“Digitalisasi memiliki janji nyata untuk berkontribusi menghubungkan seluruh populasi ke layanan, data, dan jaringan informasi yang dengannya mereka dapat memperoleh akses ke peningkatan kualitas kehidupan yang lebih baik,” ujar Faisal.

Faisal mengatakan, Program perluasan infrastruktur digital bertujuan mencegah pelebaran kesenjangan digital dan mempromosikan literasi digital ke tingkat administrasi terjauh dalam pemerintahan dan setiap komunitas. Krisis COVID-19 lebih lanjut menyoroti perlunya konektivitas digital yang lebih kuat di Indonesia, terutama dalam memastikan kesinambungan dan pelaksanaan fungsi inti pemerintah.

Dengan merebaknya pandemi global, mengubah cara kerja masyarakat dan pemerintahan. Solusi digital dikembangkan untuk kesehatan, pendidikan, layanan pengiriman, layanan pertemuan, dan sebagainya, dan berdampak besar pada bisnis. Salah satu contoh adalah permintaan layanan online meroket.

Sektor digital merupakan salah satu dari sedikit sektor yang berkembang selama krisis ekonomi global yang terjadi. Saat ini, pemerintahan merancang segala sesuatu dari optik/sudut pandang pemerintah, sementara yang rakyat ingin adalah pelayanan dari pemerintah.

“Pemerintah itu melayani rakyat. Rakyat tidak peduli dengan banyaknya aplikasi. Rakyat itu inginnya kalau bisa hanya ada dari satu portal titik, dari saya lahir, sekolah, kerja, sakit, mendapatkan bantuan sosial sampai meninggal ya dari satu titik pintu itu. Itulah transformasi digital. Kita bisa dianggap berhasil Ketika bisa membuat siklus rakyat Indonesia itu bisa diakses dari satu titik yang simple,” terangnya.

Pemerintah telah mendukung banyak inovasi digital dalam penyampaian layanan publik dan keterlibatan masyarakat. Diskominfo Kaltim terus mendukung pengembangan orang-orang muda yang sangat berbakat dan paham IT dalam meluncurkan beberapa aplikasi online.

“Dengan mengembangkan strategi dan rencana dalam pendekatan seluruh masyarakat, setiap orang dapat memperoleh manfaat dari masa depan yang lebih baik,” ucapnya. (Eds/ADV/kominfoKaltim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here