Disidak Bupati dan Wakil Bupati, Ini Permintaan Kadisdukcapil MaBar

0
361 views

Sebastianus, Ptl. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Mabar.

Manggarai Barat-Penasatu.com– Sejak menduduki kursi Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Manggarai Barat, Edistasius Endi dan dr.Yulianus Weng terus melakukan sosialisasi program kerja ke semua instansi di lingkup Pemkab Mabar. Baik dengan melakukan Sidak ataupun yang lainnya.

Seperti yang dilakukannya di Kantor Disdukcapil Kabupaten Manggarai Barat. Dimana sidak ini dalam rangka meningkatkan kebersihan kantor baik di luar maupun didalam disamping melihat kedisiplinan dan mendengarkan masukan dari bawahannya.

Kepada media Penasatu.com, Selasa (23/03/2021)di ruang kerjanya, Ptl. Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Mabar, Sebastianus mengatakan, Dalam rangka memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19, tentu saya sebagai PLT Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), meminta kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati bahwa kantor ini sangat membutuhkan Satuan pengamanan (Satpam). Ini dalam rangka untuk mengatur dan menertibkan dalam penerapan Prokes covid-19. Terutama saat pelayanan bagi masyarakat agar berjalan lancar. ujarnya.

Selain itu, kami juga sangat membutuhkan yang namanya masker dan handsanitaiser. Dimana saat ini kami membeli sendiri Alat Pelindung Diri (APD) tersebut, karena pengajuan kami tahun lalu tidak terealisasi, terangnya.

Dengan itu kami meminta, kalau bisa di Disdukcapil mendapatkan perioritas mengenai APD ini. Dimana pada masa pandemi ini ,kami perlu ke hati-hati an dalam pelayanan terhadap masyarakat guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 sehingga tidak menyebabkan cluster baru.

“Untuk pelayanan kami sudah membagi waktu pelayanan untuk semua masyarakat yaitu perkecamatan.dengan pembagian sepeti ini bisa mengurangi kerumunan dan menyebabkan Covid-19, ” bebernya.

Sejauh ini terkait pelayanan kami, berjalan lancar, aman, tertib dan Kondusif, ini berkat kedisiplinan dan ketertiban dari Bupati dan Wakil Bupati.

Mudah-mudahan ini akan tetap berjalan lancar, dan bukan hanya sekarang tetapi untuk kedepannya,tutur Sebas.

Terkait pelayanan kami di kantor ini kata sebas,semua pegawai dalam melaksanakan tugasnya di bidang masing-masing, tetap mengikuti protokol, yang bertujuan untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19,

Sementara itu, Yonasantus, salah satu warga yang datang mengurus kartu keluarga di Dukcapil menyampaikan profisiat kepada Bupati dan wakil bupati, Karena semenjak bupati baru ini pelayanan di Dinas ini ada perubahan yang sangat luar biasa.dimna yang kita ketahui sebelum-sebelumnya beda jauh,kadang ada yang masuk kantor pukul 09.00 dan ada juga yang masuk kantor pukul 10.00 WITA, sehingga menyebabkan pelayanan tidak maksimal dan masyarakat kadang tidak terurus, tetapi sekarang tidak ada tolerir yaitu,masuk kantor Pukul 07.00 WITA, pungkasnya.

Lebih lanjut Yohanes mengatakan, apalagi tegas bupati sekarang ini,5 (Lima) hari tidak masuk kantor akan di pecat,ini sangat luar biasa sehingga melatih diri untuk disiplin lebih khususnya pegawai yang datang Kantor malas,atau Senin Kamis, sehingga dengan ini pasti ada rasa dan perubahan pasti dengan sendirinya datang, bebernya.

Kami sebagai masyarakat berharap, Semoga situasi yang terjadi di kantor Dukcapil ini, begitu juga di kantor Dinas lainnya.kalau memang jam kerja ya kerja, bukan jam kerja tetapi mondar mandir tidak jelas, tutup Yonanes..*

Reporter: Alfonsius.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here