BI Perkenalkan QRIS untuk Semua Pembayaran

0
174

PENASATU.COM, BALIKPAPAN – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Balikpapan menyelenggarakan Sosialisasi, Edukasi dan on Boarding Merchant Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang berlangsung selama satu minggu di Pasar Segar, Balikpapan Utara.

“Acara yang sedang berlangsung ini merupakan bagian dari Pekan QRIS Nasional 2020 yang diadakan Kantor Perwakilan BI Balikpapan, acara ini sudah berlangsung selama satu minggu,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bimo Epianto, Jumat malam (13/3/2020).

Bimo Epianto Kepala perwakilan BI Kota Balikpapan

Sejak di Launching 17 Agustus 2019 bertepatan dengan HUT Republik Indonesia, penggunaan QRIS saat ini terus meningkat dan sudah ditetapkan secara resmi implementasinya per 1 Januari 2020 lalu.

Dijelaskan Bimo, jika hari Sabtu malam Minggu, khusus ditujukan untuk merchan yang menjadi nasabah dari penyedia jasa sistem bayaran, baik itu Bank maupun non Bank supaya merchan-merchan ini semakin mudah dan makin bisa menerima QRIS.

QRIS sendiri merupakan satu QR Code yang nantinya dapat dipergunakan untuk semua sistem pembayaran, baik itu OVO, DANA, Shopee, Go-Pay dan pembayaran lainnya.

“Biasanya kita kalau ketinggalan dompet selalu panik, dan terpaksa harus kembali untuk mengambil dompet, namun sekarang dengan adanya QRIS, sekarang kita lebih panik jika yang tertinggal adalah Handphone,” ujar Bimo.

Pengguanaan QRIS di Balikpapan sudah tersebar di beberapa merchant-merchant, baik itu cafe, hotel, mini market dan bahkan QRIS juga bisa dijumpai di tempat ibadah, dimana QRIS dapat menjadi Kotak Infaq.

“Pengganti kotak infaq disini, masyarakat yang beribada dan ingin bersedekah bisa melalu QRIS, jadi hanya tinggal Scan QR Code saja”.

Bimo juga menghimbau kepada masyarakat yang ingin menggunakan QRIS, dengan datang ke Bank yang dituju untuk mengajukan aplikasi QRIS tersebut, dan prosesnya 2 X 24 jam, namun saat ini menyesuaikan dengan banyaknya antrian yang ada.

Saat ini QRIS masih dalam tahap awal, dan tentu saja masih perlu eduksi dan pembelajaran bagi masyarakatnya ataupun dari marchannya, dan hingga kini pihak BI berupaya meminimalisir kesalahan yang dilakukan pengguna QRIS dengan memberikan limit sekali transaksi 2 Juta rupiah saja.

Bimo juga memaparkan dari segi keamanan bagi penggunanya, dimana memang saat ini semua bersentuhan langsung dengan teknologi digital, maka dari itu erat kaitannya dengan penggunaan Ponsel.

Sampai saat ini pihak BI sangat optimis bahwa tingkat keamanannya terjamin dari sistem pembayarannya, dan juga didukung sistem keamanan dari teknologi komunikasinya.

QRIS bukan saja bisa dinikmati di Indonesia, mengingat, secara sistem QRIS dapat dipakai dan digunakan diluar negeri, hanya saja untuk tahap awal saat ini belum dapat digunakan, namun dengan berjalannya waktu dan pengembangan sistem, nantinya QRIS dapat dipergunakan diluar negeri.*

Wartawan: Riel Bagas
Editor: BS/Penasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here