Berbatasan Dengan Ibukota Kabupten, Warga Pau Desa Ruan Masih Mengalami Krisis Air Bersih

1
10 views

Reporter : Filmon Hasrin

Penasatu.com-Manggarai Timur. NTT- Warga masyarakat Desa Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT saat ini mengeluh karena krisis air bersih.

Warga Desa Ruan sudah lama tidak menikmati air bersih bahkan sudah belasan tahun. Tidak hanya krisis air bersih tetapi listrik dan jalan rusak parah, padahal Desa Ruan berbatasan langsung dengan ibu kota Kabupaten Manggarai Timur.

Seperti diungkapkan Petrus Halon, sekarang ini selain jalan, listrik, masyarakat Desa Ruan mengalami krisis air bersih. Saya sebagai warga Ruan sangat mengiginkan bisa menikmati air bersih sama seperti desa lainnya.

Hal senada disampaikan oleh Marianus Carles Yanto Anggal (Anggota BPD Ruan). Dirinya menjelaskan bahwa, memang di Desa Ruan seperti Pau dan Gurung mengalami krisis air bersih.

Sementara itu, Menurut Aris Lius, yang juga salah seorang warga Desa Ruan mengatakan bahwa krisis air minum terjadi karena letak geografisnya, sehingga sulit untuk mendapatkan mata air. Dan berdasarkan informasi yang didapat dari Pemerintah Desa (Pemdes), mereka telah mengusahakan untuk mendapatkan mata air di Desa tetangga, yaitu Desa Pong Ruan.

Namum menurut pangkuan Pemdes, segala macam berkaitan dengan pembangunan di Desa diberhentikan akibat Pandemi Covid-19, ujarnya, Kamis (15/10/20) lalu.

Sementara, Sebastianus Jangga, Kepala Desa Ruan menjelaskan “krisis air minum terjadi dikarenakan tidak adanya mata air.

Pemerintah Desa juga sudah pernah mengadakan sumur bor dengan kedalaman 140 meter, namun tidak ada airnya.

Walaupun dana ada, baik itu dana desa maupun dari Kabupaten, namun memang mata mata air yang tidak ada, imbuhnya saat dihubungi media ini melalui telpon selulernya, Kamis (15/10).

“Dulu pernah juga ambil mata air di Golo Tolang tetapi kalau musim kering, dia tidak mampu mengalir. Waktu itu air mengalir hanya dua minggu saja,” bebernya lagi.

Kades berinisiatif akan mengadakan unit kendaraan untuk pengadaan air dan akan diisikan pada setiap bak. Dan tentunya bak bak ini akan dibangun di setiap wilayah RT, tutupnya.*

Editor : penasatu.com

1 KOMENTAR

  1. Kabupaten punya pak bupati saja bukan punya rakyat matim pada umumnya. Toh kalau dia lihat sebagai manusia, dengan keadaan seperti di desa Ruan pasti ada rasa iba terhadap kesengsaraan masyrakat yg haus akan pembangunan. Tolong bapak bupati Matim pertanggung jawabkan hal terkait pembangunan desa di pinggir kota Kab. Matim.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here