450 prajurit Satgas Pamtas RI Malaysia Yonif 144/Jaya Yudha Kembali ke Barak

0
215
450 prajurit Satgas Pamtas RI Malaysia Yonif 144/Jaya Yudha foto bersama Pangdam Mayjen TNI Subiyanto dan jajaran Kodam VI Mulawarman.

Penasatu.com, Balikpapan – Setelah purna tugas menjaga wilayah perbatasan RI-Malaysia dalam kurun waktu kurang lebih hampir satu tahun, sebanyak 450 prajurit Satgas Pamtas RI Malaysia Yonif 144/Jaya Yudha akhirnya memasuki masa akhir tugas dan selanjutnya mereka akan di kembalikan ke satuannya masing-masing, Selasa(23/7/2019).

Kedatangan 450 prajurit Satgas Pamtas RI-Malaysia di Pelabuhan Semayang Balikpapan ini disambut langsung oleh Pangdam/VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto beserta unsur Pejabat Kodam VI/Mulawarman lainnya.

Dalam sambutannya, Pangdam mengatakan, prajurit Satgas Pamtas RI Malaysia Yonif 144/Jaya Yudha ini akan dikembalikan ke satuannya masing-masing karena sudah memasuki masa purna tugas di wilayah perbatasan RI-Malaysia.

Secara umum, keberadaan Satgas Pamtas di wilayah Kabupaten Mahakam Ulu dapat mencegah terhadap kemungkinan terjadinya penyelundupan barang-barang illegal serta menjadikan wilayah perbatasan lebih aman dan selalu di bawah pengamaan Kodam VI/Mlw, ujar Subiyanto.

Keberhasilan tersebut dapat dicapai karena niat, disiplin, dedikasi dan semangat juang yang tinggi sehingga tercapai tugas dan tanggung jawab yang telah di percayakan kepada Satgas Pamtas Yonif 144/Jaya Yudha, imbuh Pangdam

Menurut Pangdam, dalam pelaksanaan tugas kurang lebih 11 bulan, Yonif 144/Jaya Yudha telah berupaya sebaik- baiknya menjaga kedaulatan wilayah perbatasan RI-Malaysia khususnya di Kaltim dan Kaltara.

Dan tugas di perbatasan RI-Malaysia tersebut saat ini telah digantikan prajurit Yonif Raider 303/Ssm Div I Kostrad, semestinya pergantian prajurit dilakukan tiga bulan lalu, sesuai masa tugas prajurit selama 9 bulan di perbatasan, terang Jendral bintang dua ini.

“Namun dikarenakan adanya pemilu maka sesuai perintah Komando atas pergeseran pasukan dilaksanakan setelah seluruh tahapan pemilu selesai,”pungkas Subiyanto.

Sementara itu Komandan Yonif 144/Jala Yudha Letkol Inf Andri Hadrianto menuturkan, selama bertugas anggotanya berhasil menggagalkan peredaran Narkoba jenis sabu seberat 36,4 gram di Malinau. “Ada pula warga yang dengan sukarela memberikan 20 pucuk senjata rakitan agar dimusnahkan,”terang Andri Hadrianto.

Diungkapkannya juga, medan tugas di perbatasan sangat ekstrim dan hanya bisa dilalui helikopter, meskipun hidup dalam keterbatasan diperbatasan dan terkadang hanya mengkonsumsi akar pohon dan dedaunan yang diolah seadanya ataupun minum melalui air tadah hujan, tak menyurutkan niat untuk tetap komitmen menjalankan tugas demi NKRI, tegasnya.

Perlu diketahui pengiriman logistik diantar sebulan sekali, selain itu pengiriman logistik juga harus memperhitungkan kondisi cuaca, sehingga bila cuaca tidak baik maka pengiriman logistik mesti ditunda. “Namun tugas operasi adalah kehormatan, komitmen jiwa raga demi kedaulatan NKRI adalah segalanya,”terang perwira dua melati ini lugas.*

Penulis: Sigit/Pen.

Sumber: Pendam VI/Mulawarman.

Editor: Pena1.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here