Warga Menolak Embarkasi Jadi Tempat Isolasi Pasien Corona, Taqwa Sarankan Pemkot Manfaatkan Kamar Hotel

0
73

PENASATU.COM, BALIKPAPAN – Warga Kota Balikpapan khususnya yang tinggal di kawasan Balikpapan Timur (Baltim) menolak keras kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menggunakan Embarkasi Haji yang berada di Jln Mulawarman, Kelurahan Manggar, Baltim sebagai tempat isolasi bagi pasien yang terjangkit virus corona.

Adanya aksi penolakan yang dilakukan sejumlah masyarakat dan LSM mendapat tanggapan dari Muhammad Taqwa, Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, di ruang kerjanya, Selasa (11/8/2020).

“Pemkot harus bersikap bijaksana ketika membuat suatu kebijakan kemudian mendapatkan reaksi dari masyarakat,” ucapnya.

Taqwa menilai kebijakan pemkot memanfaatkan Embarkasi Haji sebagai wadah isolasi pasien covid-19 dikarenakan adanya sisi kemanusiaan yang diambil pemkot.

“Saya melihat kebijakan yang diambil bukan tentang sosial, melainkan tentang kemanusiaan juga.
Tapi kebijakan yang dikeluarkan pemkot tidak serta merta bisa didukung dan diterima langsung oleh masyarakat,” lanjut Taqwa.

Penolakan yang dilakukan warga sekitar yang menganggap jika Embarkasi
Haji dijadikan penampungan pasien covid-19 dikhawatirkan virus tersebut akan menyebar, hingga dapat menjangkiti warga di sekitar embarkasi dan membentuk cluster-cluster baru nantinya.

Taqwa meminta pemkot harus bijaksana dan mengkaji ulang kebijakan yang diambil untuk menggunakan embarkasi haji.

“Selama embarkasi haji belum bisa digunakan dan masalahnya juga belum selesai, pemkot sebaiknya memanfaatkan kamar hotel yang ada di Balikpapan,” sarannya.

Pasalnya di tengah kondisi pandemi covid-19 saat ini, banyak hotel-hotel yang kondisinya lagi jalan ditempat.

“Sementara ini saya pikir kalau memang keperluannya urgent (mendesak) pemkot Balikpapan, bisa mencontoh pemerintah lain yang menggunakan hotel untuk ruang isolasi, karena jika hotel digunakan pasti pelaku usaha perhotelan mendapatkan pemasukan dari aktivitas kerjasama dengan pemkot dan masyarakat juga merasa tenang,” imbuhnya.

“Lepas dari itu semua, kita serahkan semua kembali ke pemerintah, karena eksekutornya ada di pemkot Balikpapan,” pungkasnya dengan senyum.*

Wartawan: Riel Bagas
Editor: HTBS/penasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here