Walikota Rahmad Resmikan Gerai UMKM Center Dekranasda Balikpapan di Bandara SAMS Sepinggan

0
50

Hj.Nurlena Rahmad: Kita ingin UMKM Balikpapan juga “terbang” ke angkasa dan dikenal di seluruh Indonesia.

Balikpapan. Penasatu.con – Wali Kota Balikpapan, H.Rahmad Mas’ud, SE .ME meresmikan gerai UMKM Center Balikpapan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) kota Balikpapan untuk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Senin (26/2/2024)

Lokasinya berada di Gate 9 Terminal Keberangkatan Bandara SAMS Balikpapan. Dimana berbagai produk dipajang Dekranasda di UMKM Center Balikpapan untuk diperjualbelikan sebagai cendera mata atau oleh-oleh bagi penumpang yang akan bepergian menggunakan pesawat dari maskapai penerbangan. Mulai dari camilan hingga kerajinan tangan seperti kain batik khas Balikpapan.

Ketua Dekranasda Balikpapan, Hj Nurlena Rahmad ingin produk-produk UMKM semakin berkualitas dan memiliki kemasan yang menarik agar semakin dikenal luas di Tanah Air.

“Kita berharap produk UMKM juga ‘terbang’ ke angkasa agar tambah dikenal di seluruh Indonesia,” kata Hj Nurlena Rahmad, Senin (26/2).

Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian yang mengelola gerai Dekranasda dan UKM Center Balikpapan. “Pelaku UMKM hanya menitipkan barangnya di galeri Dekranasda di bandara,” jelasnya.

Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas’ud menyebut bahwa keberadaan Dekranasda dan UKM Center di Bandara SAMS Sepinggan merupakan inisiatif dari Dekranasda Balikpapan.

“Ini inisiatornya Ibu Dekranasda (Hj Nurlena Rahmad) bersama dengan Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian untuk memajukan dan memfasilitasi para pelaku UMKM,” kata Rahmad Mas’ud usai meresmikan Dekranasda dan UKM Center Balikpapan.

Dibukanya gerai juga atas kerja sama dengan PT Angkasa Pura I Cabang Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. “Alhamdulillah, Angkasa Pura I memberikan diskon yang cukup besar,” ucapnya.

Sistem yang berlaku di gerai Dekranasda dan UKM Center Balikpapan adalah konsinyasi. Pelaku UMKM menitipkan produk-produknya untuk dipajang dan dijual.

“Berapa yang laku, itu yang akan dibayar,” sebutnya.

Menariknya, keluar masuk produk UMKM menggunakan aplikasi digital. Sehingga pelaku UMKM tidak perlu menelepon langsung untuk mengetahui produk yang telah laku atau terjual.

“Sudah bisa diketahui pakai aplikasi bahwa barangnya sisa sekian, jadi segera dikirim. Luar biasa ini,” pungkas Rahmad Mas’ud.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here