450 Prajurit Batalyon Infanteri Raider 600 Modang Siap Emban Tugas Satgas Pamtas RI-Malaysia Tahun 2019.

0
366
Pasukan Raider 600 Modang siap melaksanakan tugas Operasi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI- Malaysia

Penasatu.com, Balikpapan – Sebanyak 450 Prajurit Batalyon Infanteri Raider 600/Modang siap diberangkatkan dalam rangka Operasi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Tahun 2019.

Upacara Gelar Pasukan dalam rangka Pemeriksaan Kesiapan Operasi Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Batalyon Infanteri Raider 600/Modang dipimpin langsung Asops Kasdam VI Mulawarman Kolonel Inf Rudi Saladin di Lapangan Batalion Infantri Raider 600 Modang, Jum’at ( 26/4/2019).

Asops kasdam VI Mulawarman Kol. Inf Rudi Saladin periksa kesiapan peralatan pasukan Raider 600 Modang

Dalam upacara  Asops Kasdam  Kolonel Inf Rudi saladin didampingi  pejabat Kodam VI Mulawarman yang turut  melakukan pemeriksaan kesiapan pasukan mulai dari protap perorangan sampai dengan perlengkapan seperti senjata, amunisi, alat komunikasi dan perlengkapan kesehatan yang dilaksanakan di lapangan Upacara Batalyon Infanteri Raider 600/Modang.

Kolonel Inf Rudi Saladin, pada  sambutanya  menyampaikan,  tugas operasi pengamanan perbatasan merupakan tugas operasi militer selain perang,  yaitu mengamankan wilayah perbatasan RI-Malaysia untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan negara Republik Indonesia.

“Diharapkan prajurit Yonif Rider 600/Modang melaksanakan tugas dengan semaksimal mungkin karena berhadapan langsung dengan perbatasan Negara tetangga,” ujar Rudi Saladin tegas.

Dalam setiap penugasan Satgas Pamtas, prajurit yang bertugas adalah prajurit yang terpilih melalui beberapa tahap seleksi serta memiliki naluri tempur yang baik dan didukung kemampuan fisik yang prima untuk menunjang tugas dalam mengamankan wilayah perbatasan RI-Malaysia,  imbuhnya.

Selain itu setiap Prajurit juga telah dibekali kemampuan teritorial untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat diperbatasan, dengan cara memberikan pembelajaran kepada anak-anak setempat di sekolah perbatasan, yang selama ini telah bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dalam membekali prajurit mengenai kemampuan setingkat guru atau kemampuan mengajar sesuai  kurikulum mengajar beberapa waktu yang lalu, tutup Rudi Saladin.*

Oleh : pena1

Sumber :Pendam VI/Mulawarman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here