Polres Kutim Ungkap Sindikat Penimbun BBM Jenis Pertalite, Kasat Reskrim: Tangki Mobil Dimodifikasi Untuk 200 Liter

0
198

Keterangan foto, Mobil yang digunakan pelaku dengan memodifikasi tangki BBM sampai kapasitas 200 liter, (insert pelaku).

Kutim, Penasatu.com – Polisi berhasil mengungkap sindikat penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dengan modus operandi memodifikasi tangki mobil. Kompolotan sindikat ini beroperasi di daerah Sangatta Utara, kabupaten Kutai Timur (Kutim) provinsi Kalimantan Timur.

Kegiatan sindikat penimbunan BBM Pertalite ini berhasil diungkap jajaran Personil Sat Reskrim Polres Kutim dan berhasil mengamankan satu orang pelaku, SE (laki laki) warga Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutim.

Kapolres Kutai Timur AKBP Ronni Bonic, SIK., MH, melalui Kasat Reskrim Polres Kutim IPTU Jata Wiranegara mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari keluhan warga yang mengalami kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite.

“Pengungkapan kasus ini berawal dari keluh kesah masyarakat Sangatta yang kesulitan mendapatkan BBM jenis Pertalite di sejumlah SPBU di Sangatta,” kata Jata.

Dari informasi tersebut, petugas melakukan penyelidikan ke lapangan pada Selasa, 18 April 2023. Saat berada di SPBU, petugas mendapati aktivitas yang tidak biasa saat pengisian BBM.

“Anggota kami mendapati satu unit mobil yang dapat mengisi BBM jenis Pertalite dalam jumlah yang banyak atau melebihi kapasitas tangki mobil,” tutur nya.

Pengendara mobil yang mengisi Pertalite dalam jumlah banyak tersebut kemudian diamankan. Saat diperiksa, kapasitas tangki BBM kendaraannya mencapai 200 liter.

“Tangkinya sudah dimodifikasi. Kapasitas tangki mobilnya itu seharusnya 45 liter tapi ini 200 liter,” jelas Jata.

Lanjut Kasat Reskrim menambahkan, dari hasil pemeriksaan, pelaku telah beroperasi selama dua tahun. Mereka menjual BBM jenis Pertalite tersebut Rp.12.500,- per liternya kepada warga dan pedagang bensin eceran.

Atas kejadian tersebut pelaku berhasil diamankan ke Mako Polres Kutim untuk penyelidikan lebih lanjut.(*/Humas Polda Kaltim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here