Penumpang Bingung Jadwal Kapal Berubah-ubah, Ini kata Kepala Operasional Pelni Balikpapan

2
314

Penumpang kapal Pelni Bukit Siguntang saat menunggu keberangkatan di pelabuhan Semayang Balikpapan.

Penasatu.com, Balikpapan – Jadwal  armada Pelni yang sandar di Pelabuhan semayang Balikpapan sering menjadi pertanyaan penggunanya, ini di karenakan sering tidak sesuai dengan jadwalnya baik kedatangan maupun keberangkatan.

Ibrahim Kepala Operasional Pelni Cabang Balikpapan

Seperti yang diungkapkan Hairy, salah seorang warga Penajam Paser Utara (PPU) yang menggunakan jasa transportasi armada kapal Pelni, seperti saat ini dengan kapal Bukit Siguntang tujuan Balikpapan-Tarakan.

Ia mengeluh, karena di jadwal pukul 5 pagi namun ternyata ada perubahan sampai pukul 6 sore. kapal Pelni sering mengalami perubahan jadwal, ujarnya pada media ini, Selasa (28/1) di terminal keberangkatan pelabuhan semayang, Jl Yos Sudarso Balikpapan, Kalimantan Timur.

Bahkan jadwal yang disampaikan terkadang tidak sesuai, “karena kami melihat Jadwal kapal mengakses di situs Pelni, lihat jadwal dari websitenya saja,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Operasional  PT Pelni cabang Balikpapan, Ibrahim ketika di konfirmasi mengatakan, untuk keterlambatan kedatangan kapal dipengaruhi  banyak faktor, yang paling utama adalah faktor cuaca dan gelombang laut.

 “Cuaca seperti melawan ombak dan angin sangat berpengaruh dengan kecepatan kapal, berarti akan lambat. Jika didorong dengan ombak akan cepat,” ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk kecepatan mesin kapal tetap sama, tidak akan pernah berubah. Hanya terkadang karena faktor cuaca, ketika cuaca bagus kapal akan tiba tepat waktu. Selain itu, faktor bongkar muat di pelabuhan yang biasa seharusnya 2  jam berangkat,  ya kadang 4 sampai 5 jam baru berangkat.

Disamping itu, lanjut Ibrahim, pengaruh dari pengisian bahan bakar, yang kadang lambat karena pengisian bahan bakar (bbm) dan pengisian air bersih guna kebutuhan dikapal harus komplit.

Pihak PT Pelni tidak akan dan tidak pernah untuk sengaja mengulur – ulur waktu, kami mau selalu tepat waktu, pungkas  Ibrahim.*

Wartawan : Nurdin.

editor : eds/penasatu.com

2 KOMENTAR

  1. kompensasi ganti rugi insiden kebakaran diteluk balikpapan sangat membingungkan yang seharusnya dapat konvenasi belum terakomodir secara keseluruhan akan tetapi ada wilayah yang nyata nyatanya tidak terdampak malah sudah terealisasi salah satu contoh warga desa api api dari Rt.1 sampai Ke Rt 8 ada yang mendapatkan kenpensasi akibat peristiwa tersebut disini terjadi kejanggalan RT 03 adalah Wilayah yang berada dipesisir pantai Laut Desa Api Api ,menurut keterangan Warga mereka tidak merasakan dampak yang diakibatkan oleh Peristiwa Tersebut
    akan tetapi Warga RT 04 dan Sampai RT.08 menurut keterangan korlapnya mereka terkena dampak

    Yang menjadi pertanyaan Wilayah Laut/Pesisir RT.03 dengan Pesisir RT.04 Sampai RT.08 adalah Satu Garis Pantai yang berjarak Kurang Lebih 2 Km kenapa RT.04-08 terdampak sementara RT.03 yang lautnya satu zona tampa ada pembatas tidak terdampak ini pertanyaan besar apakah ada oknum yang bermain dibalik semua itu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here