KNPI Bersama Ormas dan LSM Kota Balikpapan Gelar Dialog Interaktif, Songsong Balikpapan Sebagai Penyangga IKN

0
28 views

Kompak, KNPI, Ormas, LSM kota Balikpapan foto bersama saat gelar dialog interaktif sambut Balikpapan penyangga IKN

Penasatu.com, Balikpapan-Ormas (Organisasi Masyarakat), OKP (Organisasi Kemasyarakatan Pemuda) dan LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Kota Balikpapan duduk bareng menggelar dialog interaktif mengenai kesiapan Balikpapan sebagai penyangga IBU Kota Negara (IKN). Acara dilaksanakan di Pondok Indo Kuliner kawasan Mall Balikpapan Baru, Selasa, (17/3/2020).

Dalam dialog interaktif kali ini menghadirkan narasumber Dosen Pasca Sarjana Penerimaan Wilayah Universitas Mulawarman Prof. DR. Tiopan Henry Manto Gultom, ST. MM, Pakar Perencanaan Kota Sunarto Sastro Wardoyo, Ketua KNPI Kota Balikpapan Andi Ahmad Muttawelly. 

Sunarto Satro Wardoyo menjelaskan, dialog tersebut lebih kepada persoalan kesiapan Kota Balikpapan sebagai penyangga Ibu Kota Negara (IKN) 

“Penyangga ini berada di level paling bawah, jika penyangganya ambruk maka yang di sangga pun akan ambruk. Sebagai Kota penyangga IKN, tingkat kecepatan responsif pemerintah Kota Balikpapan saya lihat masih lemah, terutama dalam melakukan pemberdayaan kepada masyarakat dibidang tenaga kerja maupun dalam penyiapan kawasan permukiman,” ucap Sunarto ditemui awak media usai mengikuti dialog

Secara umum, kata Sunarto, Balikpapan berada dalam satu struktur ruang yakni sebuah persiapan permukiman dengan sarana dan prasarana sebagai penunjang ekonomi sosial

“Sampai saat ini saya belum melihat gerakan itu dilakukan oleh pemerintah Kota Balikpapan,” ungkapnya

Dijelaskannya, yang harus dilakukan oleh pemuda di Kota Balikpapan kedepan adalah kesiapan sumber daya manusia secara perorangan, tidak perlu menunggu pemerintah yang menyiapkan

“Anak muda harus bisa berbuat dan berjuang dalam membangun sinergi, membangun jaringan untuk terlibat langsung dalam pembangunan IKN mendatang,” tegas Sunarto.

Dia mengungkapkan, dalam proses pembangunan IKN mendatang diperkirakan membutuhkan 60 ribu tenaga kerja yang harus disiapkan oleh Kalimantan Timur utamanya Balikpapan yang terdekat dengan lokasi pembangunan IKN

“Hal itu harus dilakukan oleh pemerintah agar tenaga kerja lokal dapat terlibat secara langsung untuk menghindari terjadinya konflik sosial di masyarakat. Kedatangan tenaga kerja dari luar dengan sertifikasi yang cukup bisa saja menggeser tenaga kerja lokal yang belum memiliki sertifikasi walaupun memiliki skil yang baik,” tuturnya.

Sunarto juga menyampaikan, jika para pengusaha yang terlibat dalam pembangunan IKN mendatang akan membuka lebar untuk merekrut tenaga kerja lokal

“Saya hanya khawatir ketika tenaga kerja lokal yang tidak bersertifikasi. Hal itu sudah pasti gugur walaupun belum dibuktikan hasil kerjanya. Harapan saya dalam proses pembangunan IKN nanti pemerintah bisa maksimal dalam mendahulukan tenaga kerja lokal,” tandasnya

Ditempat yang sama Ketua Lembaga Adat Kutai Abdul Rohim menyampaikan, pemindahan IKN di Kalimantan Timur akan berdampak positif baik terhadap pembangunan, perdagangan maupun bagi perekonomian di masyarakat Kalimantan Timur. Namun dibalik kemajuan itu pemerintah diminta harus tetap menjaga adat istiadat serta kearifan budaya lokal yang ada

Menurutnya, hingga saat ini adat dan budaya lokal yang menjadi warisan leluhur itu tetap harus dijaga secara turun temurun, berkaca dari budaya Betawi di Ibu Kota Jakarta saat ini seiring berjalannya waktu budaya tersebut terjadi regenerasi. Sehingga lama kelamaan budaya itu bisa hilang

“Kita tidak menginginkan Kaltim yang notabene calon Ibu Kota Negara yang baru nantinya seperti di Jakarta, yakni terjadi regenerasi seperti budaya Betawi. jangan sampai hal itu terjadi di Kaltim, Kalau sampai hal itu terjadi, betapa hebatnya kita sebagai bangsa tapi disebut sebagai bangsa penghianat bagi leluhur nusantara. Inilah yang tidak kami kehendaki,” tegasnya

Oleh karenanya, lanjut Abdul Rohim, harus ada perhatian khusus dari pemerintah pusat, khususnya Presiden yang akan mengelola pemerintahan. Hal itu harus dilakukan untuk menjaga kearifan lokal khususnya budayanya.

Wartawan : eddybpn/PJ

Editor: penasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here