Ferry Adu : Ketika Aktivis Bongot Kembali Berasumsi

2
37 views

Ferry Adu

Penulis : Alfonsus Andi

Penasatu.com.Manggarai Barat.NTT– “Sebuas-buasnya Harimau dewasa masih tetap memiliki rasa sayang untuk menjaga dan melindungi anak-anaknya dari gangguan ancaman makluk lain”

Beda dengan komodo, sama sekali tak mengenal kasih sayang, dialah si Predator yg mematikan. Anak sendiri yang baru menetas jadi bayi pun di lumatnya tanpa rasa kasih sayang dan peduli terhadap generasinya. Tak ada pesan simbolik selain pesan buat manusia untuk menyadari bahwa memang komodo pantas di sebut langka dan binatang purba yang hanya ada dan hidup bebas di kawasan Taman Nasional Komodo.

Selama ini Komodo serta ekosistem di habitatnya merupakan magnet daya tarik manusia dunia sekaligus mematikan manusia. Sekali komodo menerkam, akibatnya hanya ada lumpuh atau mati secara pelan-pelan. Ini diakibatkan bisa yang ada di gigi serta air liur sang predator saat mencabik cabik mangsanya.

Boleh menghitung kejadian komodo memangsa manusia di kawasan TNK, baik wisatawan, masyarakat hingga para petugas Ranger. Jika seseorang yang menganggap diri peneliti sosial dengan menggunakan pendasaran asumsi penelitinya, maka saya anggap peneliti sedang berfilsafat di hadapan komodo.

Semua kejadian, komodo memangsa manusia selama ini di filsafatkan, ada pesan simbolik. Ataukah pesan simboliknya Komodo melarang manusia tinggal dan berkunjung ke kawasan TNK?

Kejadian yang di dokumentasikan seseorang menunjukan posisi komodo persis dihadapan mobil truk yg sedang diparkir oleh para pekerja di Loh Buaya Pulau Rinca di viralkan. Dengan narasi asumsi bahwa “komodo sedang menghadang truk” yg sedang kerja.

Lalu narasinya diperindah dengan ‘pesan simbolik’ bagiku hal itu adalah upaya politisasi untuk menjadikan komodo sebagai ‘Bintang Tamu’ dalam meramu upaya penolakan kebijakan negara demi memberi jaminan atas keselamatan manusia dari karakter komodo.

Komodo tak kenal waktu dan tempat….
Komodo tak kenal wisatawan asing atau lokal… dan komodo tak kenal anak-anak atau orang dewasa, tak kenal perempuan atau laki-laki dan sebagainya…

Komodo hanya kenali perutnya yang kosong dan butuh daging……ekosistem lain di habitatnya komodo sudah tersedia ruang serta makanan bagi keberlangsungan hidup komodo.

Mengapa komodo di kunjungi?
Apa jaminan negara antara fakta kehidupan manusia yang tinggal hidup bersama komodo, serta kunjungan manusia dunia di kawasan komodo agar tidak di mangsa komodo sang predator?

Negara sedang berpikir keras memberi jaminan keselamatan manusia agar kebebasan Komodo sang predator tidak bebas pula memangsa manusia, negara sedang berpikir keras membagun sarana prasarana demi jaminan serta kemudahan manusia melihat komodo tanpa bersentuhan, hal ini bukan asumsi atau pesan simbolik tapi fakta bahwa komodo tak kenal mobil yang berjalan atau mengenal kerbau, rusa, yang sedang berlari atau manusia yg sedang duduk memohon di kasihani….

“Pesannya adalah waspadai komodo sang predator….anda bergerak berarti anda serta satwa lainya bisa jadi santapan, disaat waktunya komodo lapar dan mau makan…….

Buanglah asumsi kalian, nantikan jaminan yang sedang dikerjakan negara anda, saya serta kita semua tetap punya ruang agar bisa melihat komodo sang predator ditempat yang dijaminkan kenyamananya walau sang predator tetap pengawasimu disaat berada di kawasan TNK.

Oleh : Ferry Adu

2 KOMENTAR

  1. Terlepas dr isinya Mohon redaksi Penasatu perhatikan tata cara penulisan juga. Di tulisan ini banyak sekali kesalahan penulisan, penempatan kata depan yg tidak sesuai. Thanks

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here