Ernawaty Gaffar: pengusaha Perempuan Harus Eksis

0
143

PENASATU.COM, BALIKPAPAN – Dengan mengangkat tema Penguatan Ekonomi Perempuan Dalam Menyambut Kaltim Sebagai Ibu Kota Negara (IKN), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) merayakan Hari Jadinya yang Ke-45, bertepatan dengan Hari Jadi Kota Balikpapan Ke 123 dengan menggelar Exibition & Food Festival di Plaza Balikpapan, Jumat (14/2/2020).

Hj Ernawaty Gaffar SE selaku Ketua IWAPI DPC Kota Balikpapan,

“Merupakan salah satu langkah upgrading semua anggota IWAPI, suka atau tidak suka saat sekarang ini harus ditumbuhkan sektor ekonomi kreatif,” ujar Hj Arita Effendi, selaku pembina IWAPI Balikpapan.

Arita juga menambahkan saat ini dunia bisnis telah berubah, jadi para wanita yang tergabung di IWAPI harus bisa lebih kreatif dan inovatif.

Selain itu juga, IWAPI harus bisa menyesuaikan kondisi bisnisnya minimal harus sejajar dengan pembisnis nasional bahkan internasional, mengingat Balikpapan sebagai penyangga IKN.

Senada disampaikan Hj Ernawaty Gaffar SE selaku Ketua IWAPI DPC Kota Balikpapan, dirinya menginginkan IWAPI bisa lebih hidup ke depannya.

Dirinya juga menekankan adanya penguatan di ekonomi perempuan yang merupakan bagian sangat penting, disitulah dirinya akan melihat bahwa pengusaha perempuan harus eksis, berani dan harus siap dalam menyambut kaltim sebagai IKN.

Saat ini untuk perempuan pengusaha yang tergabung dalam IWAPI jumlahnya kurang lebih 300 orang, akan tetapi ada sekitar 85 persen para pelaku UMKM, kemudian pengusaha menengah dan keatas.

Kegiatan IWAPI sendiri bukan hanya bergerak dibidang UMKM saja, melainkan ada juga pertemuan rutin bulanan, melakukan pelatihan, koperasi yang membantu untuk anggota IWAPI yang saat ini sudah berjalan selama 24 Tahun.

Kemeriahan Hut IWAPI Ke-45 juga dimarakkan dengan Bazar UMKM, Kids Festival, Lomba Pop Singer, Fashion Show, Lomba Tumpeng, dan event lainnya.

Bahkan untuk kegiatan sosial IWAPI sendiri akan diadakannya Donor Darah, dimana sebelumnya untuk kegiatan sosial lainnya, IWAPI sudah menyambangi panti asuhan dan panti jompo.

Ernawaty menilai, peran seorang wanita bukan hanya sebagai pembantu, dimana yang diketahui peran utama laki-laki sebagai pencari nafkah.

Namun untuk membantu perekonomian rumah tangga perempuan juga perlu, maka dari itu dirinya berharap para perempuan yang ada jangan hanya berdiam diri saja, namun harus bisa menghasilkan sebuah usaha kecil, entah itu hanya sebatas home industri.*

Wartawan: Riel Bagas
Editor: BS/Penasatu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here