Dewan Apresiasi Penggiat Sejarah

0
189

Penasatu.com, Balikpapan – Meskipun baru pertama kali hadir di Kota Balikpapan sebagai wadah penggiat sejarah perjuangan “ARAH (Analisa Sejarah) Institute” membuat gebrakan dalam mengupas sejarah perjuangan yang ada di Balikpapan sekaligus mengulas tentang pertempuran di Kota Balikpapan yang terrangkum dalam buku sejarah “Balikpapan 13 November 1945” dengan menghadirkan penulis buku sejarah “Balikpapan 13 November 1945” Herry Trunajaya BS, Veteran Balikpapan PJD Koesman dan pengamat sejarah Drg Syukri Wahid yang juga sebagai anggota DPRD Kota Balikpapan di Cafe Gedung Biru Kaltim Post, Sabtu malam (27/7).

Adanya penggiat sejarah di Kota Balikpapan, baik itu sejarah perjuangan, penggiat cagar budaya dan yang lainnya.

Menurut Syukri dirinya sangat mengapresiasi dan bangga dengan keberadaan penggiat-penggiat sejarah seperti ini.

“Acara yang dilakukan ARAH Institute seperti ini merupakan acara yang sangat inspiratif, apalagi mengupas tentang sejarah Kota Balikpapan, terutama menggali pendekatan dengan nilai-nilai sejarah,” ujar politisi PKS itu.

Syukri juga mendorong ARAH Institute dengan gagasannya saat ini bisa terintegrasi dalam konsep pembangunan kota, kedepan pemerintah akan mencoba memberikan bantuan khusus bagi penggiat-penggiat sejarah, seperti bantuan dana hibah, sebab dirinya melihat saat ini pemerintah yang lebih berkepentingan, makanya perlu dibantu dari segi anggaran, karena saat ini mereka semua bekerja dengan anggaran mereka sendiri, jadi selama komunitas ataupun penggiat sejarah ini memiliki badan hukum (legalitas) yang jelas, kedepan tentunya pemerintah akan siap membantu dari segi anggaran,” tegas Syukri Wahid yang akan dilantik kembali untuk 5 tahun kedepan bersama 44 anggota dewan terpilih periode 2019-2024.

Selaku ketua ARAH Institute Andi Muhammad Akbar dirinya merasa bangga dengan adanya komunitas (wadah) dari anak-anak muda saat ini yang ingin menggali sejarah, kedepan diharapkan ARAH Institute dapat mengedukasi para pemuda khususnya pemuda Kota Balikpapan yang ingin bersama-sama mengetahui sejarah Balikpapan, tidak cuma mengenai sejarah Balikpapan saja akan tetapi menggali sejarah-sejarah lainnya.

“Alhamdulillah, kegiatan malam ini berjalan dengan lancar dan kegiatan hari ini diharapkan tidak hari ini saja, kedepan ARAH Institute akan mengupas sejarah-sejarah lain,” kata Andi Akbar.

Jika benar bahwa nantinya pemerintah akan membantu mengucurkan anggarannya dalam membantu kegiatan-kegiatan yang dilakukan komunitas pecinta sejarah ini, dirinya juga merasa sangat senang, semoga apa yang diucapakan pemerintah bukan hanya pemanis untuk memacu semangat kita saja.*

Wartawan: Riel Bagas
Editor: BS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here