Bupati Kubar: FX. Yapan Buka Belkaga Di Kampung Geleo Baru.

0
0 views
Bupati Kutai Barat FX. Yapan, SH pukul gong di dampingi wabup kubar Edyanto Arkan, SE.

Penasatu.com, Kutai Barat – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Kubar menggelar Pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga) yang ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Kutai Barat dan minum obat pengcegahan filarialis, itu berlangsung dilapangan batminton Kampung Geleo baru, Kecamatan Barong Tongkok,pada jum’at (4/10/2019).

Kegiatan yang di awali dengan membagikan dan minum obat secara serentak (massal), pencegah kaki gajah (filariasis) kepada masyarakat sekitar, yang di ikuti orang dewasa hingga anak-anak. Pada kegiatan itu di mana Dinas Kesehatan Kutai Barat yang dibantu UPT dan Puskemas Barong Tongkok.

Pada acara itu hadir Wakil Bupati Kutai Barat Edyanto Arkan, SE, Sekretaris Daerah Kutai Barat(Sekda) DRs. Yacub Tullur, MM, anggota DPRD Kubar dan serta seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah(Forkopimda) Kutai Barat.

Bupati Kutai Barat, Fx. Yapan mengungkapkan, dilaksanakannya kegiatan pencanangan Belkaga untuk menbantu masyarakat dalam mencegah penyakit kaki gajah terutama di Kutai Barat. “ Program kegiatan ini sangat membantu masyarakat dan terus menerus tiap tahun, supaya anak anak kita tidak terjangkit penyakit kaki gajah”, terangnya

Lanjut Bupati menambahkan, penyakit kaki gajah merupakan penyakit menular tapi tidak mematikan namun dampak penyakit tersebut membuat penderita mengalami cacat seumur hidup, maka

“Kepada masyarakat selain meminum obat juga menjaga lingkungan sekitar terutama kebersihan, seperti; kebersihan lingkungan, air dan sebagainya juga ikut program gerakan masyarakat sehat, secara berkelanjutan supaya kutai barat bebas dari penyakit kaki gajah,” harapnya.

Berdasarkan laporan dari Kepala Dinas Kesehatan Kutai Barat, Ritawati Sinaga, bahwa di Kutai Barat masih ditemui warga terkena penyakit kaki gajah, namun telah mengalami penurunan angka mikrofilaria rate dari angka 11,9 pada tahun 2005 menjadi 2,02 pada tahun 2018. “Maka berdasarkan hasil survery Pre TAS, Kabupaten Kutai Barat masih menjadi daerah endemis filariasis dan wajib melakukan pemberian obat pencegahan masal filariasis selama 2 tahun yaitu 2019 dan 2020”, jelasnya.

Lebih lanjut Kadiskes menjelaskan “Kepada masyarakat diharapkan dapat ikut berpartisipasi dalam menurunkan angka penyakit kaki gajah dengan meminum obat, tidak disimpan ataupun dibawa pulang tetapi segera makan ditempat kemudian melakukan pola perilaku hidup bersih dan sehat”, pungkasnya.*

Wartawan Ichal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here