Baliho Ajakan Pilih KoKos Diembeli Tulisan “Membantu Sosialisasi KPUD Balikpapan, Thoha Minta Diturunkan

0
10 views

PENASATU.COM, BALIKPAPAN – Beberapa hari terakhir ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan mendapatkan protes dari tim Pasangan Calon (Paslon)
terkait adanya Baliho besar yang mengajak masyarakat untuk memilih Kolom Kosong (Kokos).

Namun, bukan ajakan memilih Kokos yang dipermsalahkan oleh tim paslon, melainkan di dalam Baliho tersebut terdapat tulisan “Membantu Sosialisasi KPUD Balikpapan.”

Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha membenarkan dan menjelaskan jika beberapa hari terakhir pihaknya mendapatkan protes dari salah satu tim Paslon dengan adanya Baliho yang terpampang di salah satu sudut jalan kota ini.

“Kemungkinan ada di beberapa tempat, tapi saya tidak mengetahuinya, hanya yang saya tahu di Sungai Ampal, Balikpapan Utara, dimana di dalam Baliho besar tersebut kontennya berisi tentang ajakan kepada masyarakat agar memilih Kolom Kosong (Kokos),” ujar Thoha, Kamis (26/11/2020).

Namun yang menjadi inti protes dari tim paslon terhadap Baliho tersebut dimana ada tulisan “Membantu Sosialisasi KPUD Balikpapan”. Dengan adanya tulisan tersebut, KPU Balikpapan merasa tidak nyaman terhadap konten tersebut.

Lanjut Thoha, jika ingin membantu KPU dalam sosialisasi, maka sifatnya “Netral” yakni berupa ajakan agar masyarakat datang untuk menggunakan hak pilihnya ke Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Ajakan memilih kolom kosong maupun paslon semua sah, hanya saja tidak melibatkn KPU untuk memilih salah satu diantara keduanya,” tegas Thoha, seraya menghimbau, agar yang memasang Baliho tersebut untuk segera menurunkan dan menggantinya.

KPU, sebut Thoha merupakan lembaga independen, dimana KPU tidak berpihak kepada paslon manapun. Jadi, apa yang tertulis di Baliho tersebut sangat disayangkannya dan ia meminta untuk segera diturunkan.

“Jika ingin mensosialisasikan silahkan saja, akan tetapi tidak menyangkutpautkan KPU Balikpapan, itu sangat boleh dan sah.
Jadi, sekali lagi saya tegaskan KPU posisinya netral, tidak boleh mengajak, menggiring masyarakat untuk memilih Paslon maupun Kolom Kosong,” pungkas dia dengan nada tegas.*

Wartawan : Riel Bagas
Editor : Penasatu.com/HTBS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here