Minggu, Agustus 31, 2025
Beranda blog

Ketua DPRD Balikpapan Gelar Reses, Warga Baru Ulu Doakan Alwi jadi Wali Kota Balikpapan

0

Teks foto: Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, saat menggelar kegiatan reses masa sidang III Tahun 2024–2025.

Penasatu.com, Balikpapan – Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menggelar kegiatan reses masa sidang III Tahun 2024–2025 di Rumah Jabatan Ketua DPRD Balikpapan, Klandasan Ulu, Sabtu (30/8/2025) malam.

Dalam sambutannya yang pertama selaku Ketua DPRD Balikpapan dirinya mengucapkan permohonan maaf mengenai apa yang sudah terjadi di Jakarta. Dirinya menghimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi denga hal hal yang bisa menimbulkan  ketidaknyamanan yang akan membuat Balikpapan tidak kondusif.

Yang kedua lanjut Alwi, saya membawakan berita bagus untuk warga yang selama ini mendiami kawasan lahan yang dimiliki oleh PT Inhutani yang berada di kawasan Kelurahan Baru Ulu. Dimana malam ini hadir bersama kita Kepala Inhutani Balikpapan yaitu Bapak Benar yang akan menjelaskan kepada Bapak Ibu semua mengenai kesiapan Inhutani untuk menyerahkan lahan tersebut kepada warga masyarakat.

Hadir dalam kegiatan ini para Ketua RT, tokoh masyarakat Balikpapan Barat bersama Lurah Baru Ulu dan perwakilan Kecamatan Balikpapan Barat.

Kehadiran pihak Inhutani menjadi sorotan karena membawa kabar penting terkait status lahan yang selama ini ditempati warga di Kelurahan Baru Ulu.

Dalam penjelasannya, Kepala PT Inhutani Balikpapan menyampaikan bahwa kawasan lahan yang sudah puluhan tahun dihuni oleh warga dari 12 RT tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengaku lega sekaligus bahagia karena perjuangan panjang warga akhirnya menemui titik terang.

“Ini impian lama masyarakat, sehingga menjadi kewajiban bagi saya untuk ikut memperjuangkannya. Kawasan ini sudah ditinggali warga lebih dari tiga keturunan. Sudah beberapa kali ganti wali kota, tapi belum juga ada kepastian. Malam ini saya sangat bahagia karena mendapat jawaban langsung dari Pak Benar, bahwa lahan ini akan diserahkan kepada masyarakat,” ujar Alwi.

Sementara itu, salah satu warga RT 16 Baru Ulu, Samsuri, menyampaikan rasa syukurnya dan terima kasih kepada Ketua DPRD, karena berkat kerja kerasnya akhirnya ada kepastian. Namun, ia juga berharap Pemkot Balikpapan segera menindaklanjuti dengan proses legalisasi agar masyarakat bisa benar-benar memiliki kepastian hukum.

“Alhamdulillah, kami lega mendengar langsung bahwa lahan ini akan diserahkan ke warga. Terima kasih kepada Kepala Inhutani, bapak Benar dan khususnya Ketua DPRD Balikpapan, H.Alwi Al Qadri yang telah mengeluarkan baik dana, pikiran dan tenaga untuk kami dalam proses panjangnya. Tolong pak Ketua bantu juga agar pemerintah kota bisa segera menindaklanjuti proses administrasi untuk lancarnya sertifikasi tanah ini,” pinta Samsuri.

Masih kata Samsuri, kami juga mendoakan semoga Bapak Haji Alwi Al Qadri menjadi Wali Kota Balikpapan, ucapan ini langsung diaminkan oleh seluruh yang hadir

“Anda terlalu baik. Semoga Bapak Haji Alwi menjadi Wali Kota Balikpapan selanjutnya, Karena menurut kami, beliau ini adalah orang yang sangat peduli dengan rakyat,” tegasnya yang kembali diaminkan oleh undangan yang hadir.

Dirinya menjelaskan, dari berapa kali pergantian Walikota dan Ketua DPRD ,baru beliau yang betul betul peduli dengan kami warga masyarakat. “Ini beliau buktikan dengan bisa merangkul pihak Inhutani yang Alhamdulillah segera memberi kepastian mengenai lahan yang sudah kami tinggali puluhan tahun,” ucap Samsuri.

Dengan adanya kepastian ini, warga Baru Ulu optimistis kehidupan mereka akan lebih tenang dan memiliki masa depan yang jelas, tanpa dihantui masalah lahan yang sudah mereka tempati turun-temurun.

Sementara mengenai pertanyaan dari warga kelurahan Baru Tengah, yang selama ini mendiami lahan milik TNI AD, Alwi menyatakan akan berusaha mencari solusi.
Karena menurutnya Inhutani yang BUMN beda dengan TNI AD. Namun dirinya berjanji pada reses yang akan datang untuk berusaha menghadirkan pihak Kodam VI Mulawarman.

“Ya setidaknya kita akan berusaha menghadirkan perwakilan dari Kodam VI Mulawarman atau Kodim 0905 Balikpapan agar kita mendapatkan sedikit pencerahan,” ucap Alwi.(eds/adv)

Ketua DPRD Balikpapan Gelar Reses, Warga Baru Ulu Dapat Kepastian Soal Lahan Inhutani

0

Teks foto: Reses, Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri didampingi Kepala Inhutani, Benar (kiri) disaksikan Plt Sekcam Balikpapan Barat dan Lurah Baru Ulu

Penasatu.com, Balikpapan – Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menggelar kegiatan reses masa sidang III Tahun 2024–2025 di Rumah Jabatan Ketua DPRD Balikpapan, Klandasan Ulu, Sabtu (30/8/2025) malam.

Dalam sambutannya yang pertama selaku Ketua DPRD Balikpapan dirinya mengucapkan bela sungkawa untuk korban Unras dan permohonan maaf mengenai apa yang sudah terjadi di Jakarta. Dirinya menghimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi denga hal hal yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan yang akan membuat Balikpapan tidak kondusif.

Yang kedua lanjut Alwi, saya membawa berita bagus untuk warga yang selama ini mendiami kawasan lahan yang dimiliki oleh PT Inhutani. “Dimana malam ini hadir bersama kita Kepala Inhutani Balikpapan yaitu Bapak Benar yang akan menjelaskan kepada Bapak Ibu semua mengenai kesiapan Inhutani untuk menyerahkan lahan tersebut kepada warga masyarakat,” jelas Alwi.

Hadir dalam kegiatan ini para Ketua RT, tokoh masyarakat, Balikpapan Barat bersama Lurah Baru Ulu dan perwakilan Kecamatan Balikpapan Barat. Dimana Camat diwakili oleh Plt Sekcam Balikpapan Barat

Kehadiran pihak Inhutani menjadi sorotan karena membawa kabar penting terkait status lahan yang selama ini ditempati warga di Kelurahan Baru Ulu.

Dalam penjelasannya, Kepala PT Inhutani Balikpapan menyampaikan bahwa kawasan lahan yang sudah puluhan tahun dihuni oleh warga dari 12 RT tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Balikpapan, Alwi Al Qadri, mengaku lega sekaligus bahagia karena perjuangan panjang warga akhirnya menemui titik terang.

“Ini impian lama masyarakat, sehingga menjadi kewajiban bagi saya untuk ikut memperjuangkannya. Kawasan ini sudah ditinggali warga lebih dari tiga keturunan. Sudah beberapa kali ganti wali kota, tapi belum juga ada kepastian. Malam ini saya sangat bahagia karena mendapat jawaban langsung dari Pak Benar, bahwa lahan ini akan diserahkan kepada masyarakat,” ujar Alwi.

Sementara itu, salah satu warga RT 16 Baru Ulu, Samsuri, menyampaikan rasa syukurnya atas kepastian yang diberikan. Namun, ia berharap Pemkot Balikpapan segera menindaklanjuti dengan proses legalisasi agar masyarakat bisa benar-benar memiliki kepastian hukum.

“Alhamdulillah, kami lega mendengar langsung bahwa lahan ini akan diserahkan ke warga. Tapi harapan kami, pemerintah kota bisa segera membantu proses administrasi dan sertifikasi tanah. Supaya anak cucu kami nanti tidak lagi khawatir soal status kepemilikan,” ucapnya.

Dengan adanya kepastian ini, warga Baru Ulu optimistis kehidupan mereka akan lebih tenang dan memiliki masa depan yang jelas, tanpa dihantui masalah lahan yang sudah mereka tempati turun-temurun.

Sementara mengenai pertanyaan dari warga kelurahan Baru Tengah, yang selama ini mendiami lahan milik TNI AD, Alwi menyatakan akan berusaha mencari solusi.
Karena menurutnya Inhutani yang BUMN beda dengan TNI AD. Namun dirinya berjanji pada reses yang akan datang untuk berusaha menghadirkan pihak Kodam VI Mulawarman.

“Ya setidaknya kita akan berusaha menghadirkan perwakilan dari Kodam VI Mulawarman atau Kodim 0905 Balikpapan agar kita mendapatkan sedikit pencerahan,” ucap Alwi.

Reses di Sungainangka, Simon Terima Keluhan PJU, Air Bersih dan Sulitnya Pengurusan Legalitas Lahan dari Warga

0

Penasatu.com, Balikpapan – Anggota DPRD Kota Balikpapan, Simon Sulean, menggelar kegiatan reses masa sidang di RT 01 Gunung Bakaran, Kelurahan Sungai Nangka, Balikpapan Selatan, Sabtu (30/8/2025) malam.

Selama reses berlangsung, berbagai aspirasi masyarakat disampaikan, mulai dari persoalan jalan lingkungan, drainase, penerangan jalan umum (PJU), hingga distribusi air bersih.

Sugeng Harianto misalnya, warga RT 04 ini menyampaikan keluhan mengenai penerangan jalan yang tak kunjung diperbaiki meski sebelumnya sudah dilaporkan.

“Lampu jalan ini sudah lama kami sampaikan, tapi belum juga ada tindak lanjut. Kondisi ini cukup mengganggu, apalagi kalau malam hari jalan jadi gelap,” ungkapnya.

Selain itu, warga juga menyoroti masalah pengurusan Izin Memanfaatkan Tanah Negara (IMTN) yang dinilai rumit. Padahal mereka tetap rutin membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

“Kami ini terus bayar PBB, tapi untuk mengurus IMTN masih sulit sekali,” keluhnya.

Sementara itu, Arifin dari RT 01 mengusulkan perbaikan jalan di depan Posyandu dan perbaikan drainase. Menurutnya, ketika hujan deras air sering meluap hingga ke jalan. Selainbitu Arifin juga mengeluhkan kabel PJU yang melintang di atap rumah warga dan dianggap sangat berbahaya.

“Sudah ada warga yang kesetrum karena kabel ini, jadi harus segera ditangani,” ujarnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Simon Sulean menyampaikan bahwa beberapa persoalan sudah dijawab langsung oleh instansi terkait yang hadir.

Untuk masalah PJU, Ia menyebut akan segera dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan (Dishub).

“Persoalan penerangan jalan ini sudah disampaikan, dan akan segera dikomunikasikan ke Dishub agar bisa direalisasikan,” jelas Simon.

Terkait keluhan warga soal tanah, Simon juga memberikan penjelasan.

“Perlu dipahami, pembayaran PBB bukan berarti bukti kepemilikan lahan. PBB adalah kewajiban warga yang menempati tanah tersebut, sementara kepemilikan lahan tetap perlu dibuktikan dengan dokumen sah,” terangnya.

Masih Simon, untuk usulan perbaikan jalan dan drainase, perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menyebutkan program tersebut bisa masuk melalui mekanisme SPGRM. Namun, pihak RT terlebih dahulu harus mengajukan proposal dengan persetujuan kelurahan.

“Untuk drainase, aspirasi ini juga akan diteruskan ke bidang Sumber Daya Air (SDA) agar bisa dilakukan peninjauan lapangan,” jelas perwakilan DPU.

Sedangkan dari sisi distribusi air bersih, perwakilan PTMB (PDAM) menerangkan bahwa gangguan yang terjadi beberapa hari terakhir disebabkan adanya pekerjaan interkoneksi pipa.

“Jadi sementara memang ada penghentian distribusi, tetapi setelah selesai diharapkan aliran bisa kembali normal,” ujar perwakilan PTMB.

Simon menambahkan, sebagian usulan warga seperti semenisasi jalan lingkungan di RT 01 akan direalisasikan pada tahun ini melalui anggaran yang sudah tersedia. Sementara usulan perbaikan jalan selanjutnya akan diupayakan masuk pada anggaran tahun berikutnya.

“Kami tentu berupaya agar semua aspirasi warga bisa diperjuangkan. Ada yang bisa segera ditindaklanjuti tahun ini, ada juga yang menunggu anggaran berikutnya. Yang jelas, semua masukan akan kami kawal,” tegas Simon. (*/adv)

400 Personel Dikerahkan, Gabungan TNI–Polri Jaga Kamtibmas Balikpapan

0

Teks foto: Personel gabungan TNI Polri saat mengikuti apel di halaman Mapolresta Balikpapan.

Penasatu.com, Balikpapan – Kapolresta Balikpapan, Kombes Pol Anton Firmanto, SH, SIK, MSi memimpin apel gabungan TNI–Polri di halaman Mapolresta Balikpapan pada Sabtu (30/8/2025) malam pukul 23.00 WITA.

Sebanyak 400 personel Polresta Balikpapan dan jajaran gabungan disiagakan untuk melaksanakan patroli gabungan dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang malam Minggu dan libur akhir pekan.

Apel diawali dengan pengecekan kehadiran, doa bersama, serta arahan pimpinan apel. Usai apel, pasukan langsung diterjunkan untuk patroli kamtibmas di wilayah rawan keramaian, termasuk memberi imbauan kepada masyarakat yang masih nongkrong hingga larut malam agar segera pulang.

“Patroli gabungan ini juga untuk mengantisipasi kerawanan, menjaga kelancaran arus lalu lintas, serta mencegah potensi tindak kriminal,” ujar Kasi Humas Polresta Balikpapan.

Menurutnya, patroli gabungan merupakan wujud solidaritas TNI–Polri dalam menjaga keamanan, khususnya di wilayah Kota Balikpapan. Selama kegiatan berlangsung, apel dan patroli berjalan lancar dan kondusif.(*)

Gunawan Terpilih Aklamasi Sebagai Ketua RT 25 Perumahan BDS2 Sungainangka

0

Teks foto: Gunawan resmi sebagai Ketua RT 25 setelah menerima Stempel RT dari Lurah Sungainangka yang diwakili Kasi Pemerintahan, Hendra.

Penasatu.com, Balikpapan – Pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) 25 Kelurahan Sungainangka yang digelar di Jalan Nuri 5 Blok J4, Perumahan Bukit Damai Sentosa (BDS) 2, Sabtu (30/8/2025) malam, berlangsung penuh kekeluargaan. Ini terlihat sebelum pelaksanaan warga melakukan liwetan atau santap malam bersama dengan makanan yang diletakkan diatas daun pisang.

Tradisi Liwetan atau makan bersama diatas daun pisang menjadi salah satu acara pembuka sebelum dilangsungkannya pemilihan Ketua RT.

Kontestasi tiga tahunan ini akhirnya menobatkan Gunawan sebagai Ketua RT 25 masa bakti 2025–2028. Uniknya, pemilihan berlangsung tanpa voting, lantaran hanya ada calon tunggal yang menjadi kontestan dikarenakan dua calon lainnya mengundurkan diri.

Hendra, Kasi Pemerintahan Kelurahan Sungainangka, hadir mewakili Lurah Sungainangka dalam agenda pemilihan tersebut. Sementara salah satu Panitia pemilihan, Sanjoyo, menjelaskan bahwa selain Opa Gun awalnya terdapat beberapa warga yang mendaftar sebagai bakal calon (balon), namun akhirnya mengundurkan diri.

“Semua warga menginginkan Opa Gun, untuk menjadi Ketua RT 25. Dan itu dibuktikan dengan mundurnya balon RT yang lain, sehingga Opa Gun ditetapkan secara aklamasi,” imbuhnya.

Usai terpilih, Gunawan yang dikenal dengan sebutan Opa Gun menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan warga. Ia menegaskan akan menjalankan amanah tersebut dengan sebaik-baiknya.

“Terima kasih atas amanah ini. Namun saya berharap semua warga ikut berpartisipasi demi lingkungan kita yang lebih baik, karena tanpa warga semua, saya tidak akan bisa berbuat apa-apa,” tutur Gunawan.

Pemilihan RT yang berlangsung guyub ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan serta mempererat tali silaturahmi warga RT 25 di Perumahan BDS 2, Kelurahan Sungainangka.(efs)

Tingkatkan Literasi Keuangan: Pegadaian Area Balikpapan Gencarkan Program “Pegadaian Mengajar” di Tiga Daerah Strategis

0

Penasatu.com, Balikpapan – PT Pegadaian Area Balikpapan di bawah naungan Kantor Wilayah IV Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi dan edukasi keuangan masyarakat melalui program “Pegadaian Mengajar”, yang dilaksanakan serentak oleh seluruh cabang selama bulan Agustus 2025.

Program ini bertujuan untuk memberikan edukasi keuangan secara merata, baik di wilayah perkotaan maupun daerah terpencil. Beberapa kegiatan unggulan yang telah dilaksanakan antara lain:
Cabang Balikpapan mengadakan kegiatan di Posyandu Kusuma RT 58, menyasar ibu-ibu rumah tangga dan kader posyandu. Materi yang diberikan meliputi pentingnya mengelola keuangan keluarga, mengenal investasi sederhana, hingga memperkenalkan produk Tabungan Emas Pegadaian sebagai solusi aman dan terjangkau.

Cabang Penajam menyelenggarakan edukasi keuangan di SMKN 4 Penajam Paser Utara (PPU). Para siswa dan guru mendapatkan materi mengenai pengelolaan keuangan sejak dini, konsep menabung emas, dan pemanfaatan teknologi keuangan digital.

Cabang Tanah Grogot melaksanakan kegiatan di SMKN Muhammadiyah Longikis, Kabupaten Paser, dengan fokus memberikan pemahaman dasar tentang literasi keuangan serta memperkenalkan produk Pegadaian yang relevan bagi generasi muda.

Deputy Bisnis Area Balikpapan, Tomy Djoko Tri Rahardjo, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mendekatkan Pegadaian kepada masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra edukatif.

“Pegadaian Mengajar adalah wujud komitmen kami untuk turut berperan aktif dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat, terutama di wilayah kerja Area Balikpapan. Kami ingin masyarakat memahami pentingnya perencanaan keuangan sejak dini, dan bagaimana produk-produk Pegadaian, seperti Tabungan Emas, dapat menjadi bagian dari solusi keuangan mereka,” ujar Tomy.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara cabang dan komunitas lokal sangat penting dalam menyukseskan kegiatan ini, serta menjadi jembatan yang efektif untuk membangun kepercayaan dan pemahaman masyarakat terhadap layanan Pegadaian.

Program ini akan terus dilanjutkan secara berkelanjutan di berbagai lokasi lainnya sebagai bagian dari misi Pegadaian untuk mendukung inklusi dan edukasi keuangan di seluruh Indonesia.(*)

Hj.Iim Jelaskan Pentingnya Reses Sebagai Wadah Menampung Aspirasi Warga

0

Teks foto: Anggota DPRD Balikpapan dari Fraksi PKS Hj.Iim saat menjelaskan bahwa, reses ini menjadi wadah penting bagi warga Karang Rejo untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat dan wakilnya di parlemen.

Penasatu.com, Balikpapan – Anggota DPRD Kota Balikpapan dari Fraksi PKS, Hj Iim S.Pd.I, melaksanakan kegiatan reses di Kelurahan Karang Rejo pada Jumat (29/8/2025).

Kegiatan ini dihadiri Ketua DPD PKS Kota Balikpapan Nasrul Hamdi, Anggota DPRD Provinsi Kaltim H Laode Nasir, serta Sekretaris Lurah Karang Rejo.

Reses sendiri merupakan masa kerja anggota dewan di luar gedung DPRD, di mana para wakil rakyat kembali ke daerah pemilihannya untuk bertemu langsung dengan masyarakat.

Tujuannya adalah menyerap aspirasi, mendengar keluhan, serta menampung usulan pembangunan yang nantinya akan diperjuangkan melalui kebijakan pemerintah daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Hj Iim yang saat ini duduk di Komisi IV DPRD Balikpapan menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah berhenti memperjuangkan aspirasi masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial.

Ia menjelaskan, reses ini menjadi wadah penting bagi warga Karang Rejo untuk menyampaikan aspirasi secara langsung, sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat dan wakilnya di parlemen.

Masih Hj Iim, dari seluruh usulan yang masuk dalam reses hari ini akan di tampung kemudian akan diperjuangkan melalui mekanisme yang ada, dengan terlebih dahulu di input kedalam Sistem Informasi Pemerintah Derah (SIPD).

“Pelaksanaan reses ini kesempatan untuk masyarakat menyampaikan aspirasinya kepada wakil rakyatnya, kebutuhan apa saja yang harus diperjuangkan oleh anggota dewannya di parlemen,” jelasnya.

Seperti yang disampaikan Ketua RT 79 Karang Rejo, Purwanto, dirinya menggekuhkan persoalan banjir yang kerap melanda kawasan RT 79 dan RT 80.

Menurutnya, setiap hujan deras, air bisa naik hingga setinggi pinggang orang dewasa akibat drainase yang tidak berfungsi maksimal.

Selain itu, Purwanto menyoroti kurangnya penerangan jalan umum (PJU) di Gang Cendana yang hingga kini belum terpasang.

Menanggapi hal itu, Hj Iim berkomitmen menindaklanjuti setiap aspirasi masyarakat dan akan memperjuangkannya agar bisa terealisasi.

“Semua masukan dalam reses ini akan kami tampung dan akan kita perjuangkan, mudah-mudahan bisa terealisasi,” pungkasnya.(*/adv)

Taufik: AFKOT Bukan Sekedar Penyelenggara Turnamen, Tapi Harus Jadi Penggerak Pembinaan Futsal di Balikpapan

0

Teks foto: Taufik Qul Rahman mengingatkan dan meminta komitmen seluruh pengurus untuk terus bekerja demi kemajuan futsal Balikpapan.

Penasatu.com, Balikpapan – Turnamen Futsal Series tingkat Pelajar se Kita Balikpapan 2025 garapan Asosiasi Futsal Kota (AFKOT) Balikpapan telah berakhir dan sukses. Dimana dalam laga final, SMK Negeri 1 berhasil menjadi kampiun dengan mengalahkan SMA Negeri 7 Balikpapan.

Usai penutupan pengurus AFKOT Balikpapan yang dipimpin Taufik Qulraman langsung bergerak cepat dengan menggelar rapat perdana guna menyusun program kerja yang berlangsung di Kedai Kopi O, Jum’at (29/8/2025).

Dibuka oleh Sekretaris AFKOT Balikpapan, Warsito Hadi. Ia menegaskan pentingnya menjaga solidaritas di internal organisasi sebagai modal utama dalam merealisasikan program kerja AFKOT, baik jangka pendek maupun jangka panjang.

“Rapat ini adalah momentum untuk menyatukan visi dan semangat. Semua pengurus harus tetap solid dan berkomitmen penuh dalam menjalankan tanggung jawab masing-masing. Tantangan ke depan tidak ringan, tapi dengan kebersamaan, semua bisa kita wujudkan,” ucap Warsito.

Rapat ini menjadi titik awal konsolidasi menyeluruh pasca keberhasilan tim talent Scouting yang telah bekerjakeras pada penjaringan Futsal Series 2025 yang mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak. Hal tersebut menjadi bukti bahwa AFKOT Balikpapan mampu bekerja secara profesional dan terorganisir.

Sedangkan Ketua AFKOT Balikpapan, Taufik Qul Rahman, dalam arahannya mengingatkan kembali komitmen seluruh pengurus untuk terus bekerja demi kemajuan futsal Balikpapan. Ia menekankan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya diukur dari event yang telah terlaksana, namun juga dari hasil pembinaan dan prestasi atlet di masa depan.

“AFKOT bukan hanya penyelenggara turnamen, tapi juga motor penggerak pembinaan futsal yang berkelanjutan. Kita ingin melihat anak-anak Balikpapan bisa bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional,” ungkap Taufik.

Salah satu fokus utama yang dibahas dalam rapat adalah persiapan menghadapi Pra-Porprov yang akan digelar di Kabupaten Paser. Menurut Taufik, ini menjadi salah satu agenda strategis dalam program jangka pendek AFKOT.

Untuk mendukung hal tersebut, AFKOT mendorong percepatan penjaringan atlet potensial dari berbagai kelompok usia. Turnamen pelajar akan menjadi salah satu sarana utama dalam proses seleksi tersebut. Selain itu, Taufik juga membuka ruang kolaborasi dengan sekolah-sekolah, klub lokal, serta komunitas futsal untuk memperluas basis pembinaan.

Tak hanya fokus pada atlet, AFKOT Balikpapan juga menetapkan sejumlah program jangka panjang yang menyasar penguatan sumber daya manusia di lingkungan futsal. Di antaranya adalah pelatihan wasit bersertifikasi, peningkatan kapasitas tim official, serta pembentukan tim talent scouting yang profesional.

“Talent scouting adalah ujung tombak dalam membangun tim yang berkualitas. Maka, perekrutan tim ini harus dilakukan secara selektif. Anggotanya harus punya komitmen, kemampuan, dan tanggung jawab,” tegas Taufik.

Tim talent scouting nantinya tidak hanya bertugas memantau dan merekomendasikan pemain, tetapi juga ikut dalam proses pembinaan, pemantauan performa atlet, serta evaluasi berkala terhadap potensi yang ada.

Dengan beragam program tersebut, AFKOT Balikpapan menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem futsal yang sehat, kompetitif, dan berkelanjutan di Kota Balikpapan.

Rapat perdana ini menjadi tonggak awal dari serangkaian langkah strategis yang akan dilakukan AFKOT Balikpapan. Dengan semangat kebersamaan dan visi jangka panjang, seluruh jajaran pengurus bertekad membawa futsal Balikpapan ke level yang lebih tinggi.

Dalam waktu dekat, berbagai kegiatan penjaringan, turnamen, serta pelatihan akan mulai digulirkan sebagai bagian dari implementasi program kerja yang telah disusun.

“Kami mengajak seluruh stakeholder, baik dari unsur pemerintah, sekolah, komunitas, hingga masyarakat umum untuk turut serta mendukung kemajuan futsal di kota ini. Karena kemajuan olahraga adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Taufik.(*)

Serap Aspirasi, H. Laisa Hamisah Fokus pada Masalah Banjir, Posyandu, dan Fasilitas Umum di Balikpapan Selatan

0

Teks foto: Laisa menegaskan, meski ada fasilitas umum perumahan yang belum diserahkan pihak developer kepada pemerintah, masyarakat tidak boleh diabaikan.

Penasatu.com, Balikpapan – Anggota DPRD Kota Balikpapan, H. Laisa Hamisah, kembali menyerap aspirasi masyarakat melalui kegiatan Reses Masa Sidang III Tahun 2024/2025 yang digelar di Perum Palm Hills, Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan, Kamis (28/8/2025) malam.

Dalam kesempatan tersebut, berbagai persoalan masyarakat mengemuka, mulai dari masalah banjir, kebutuhan posyandu, hingga ketersediaan fasilitas umum dan pelayanan publik.

Salah satu keluhan utama warga adalah banjir yang masih kerap melanda beberapa titik di kawasan Sepinggan.

Laisa menegaskan, meski ada fasilitas umum perumahan yang belum diserahkan pihak developer kepada pemerintah, masyarakat tidak boleh diabaikan.

“Walaupun bagaimana, kalau masyarakat kebanjiran, masa mau dibiarkan? Kami tetap akan memperjuangkan agar persoalan banjir ini bisa ditangani,” tegasnya.

Selain itu, warga juga menyoroti keberadaan posyandu yang sudah lama tidak aktif. Laisa mengaku banyak menerima aspirasi terkait kebutuhan layanan kesehatan dasar ini.

“Posyandu itu penting, apalagi bagi ibu dan anak. Kalau sudah lebih dari 10 tahun tidak ada, ini jelas harus diperjuangkan. Silakan warga lengkapi surat-surat dan legalitasnya, agar bisa segera kami tindaklanjuti,” ujarnya.

Isu lain yang juga disampaikan masyarakat adalah keterbatasan akses air bersih di beberapa RT. Meski sebagian wilayah sudah terpasang jaringan PDAM sejak 2007, namun di beberapa titik, seperti RT 5 dan RT 6, pipa induk masih kosong.

“Kami akan dorong agar PDAM segera menuntaskan pemasangan jaringan di wilayah yang belum terlayani. Jangan sampai ada warga yang kesulitan air bersih,” jelasnya.

Tak hanya itu, persoalan fasilitas jalan dan sekolah juga masuk dalam daftar aspirasi warga. Menurut Laisa, kewajiban developer menyediakan prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) harus ditegakkan sesuai aturan.

“Banyak perumahan yang dibangun tapi fasilitas jalannya tidak diserahkan. Padahal sesuai undang-undang, developer wajib menyediakan dan menyerahkan pasum dan pasos kepada pemerintah,” terangnya.

Terkait layanan kesehatan di Puskesmas, warga meminta agar jam pelayanan tidak terlalu kaku. Menanggapi hal ini, Laisa menekankan agar petugas tetap siaga melayani masyarakat, terutama dalam kondisi darurat.

“Jangan sampai masyarakat datang dalam keadaan emergensi, tapi tidak dilayani hanya karena jam istirahat. Semua fasilitas pelayanan publik harus optimal,” pungkasnya.(*/adv)

Reses di Perum Graha Indah, Oddang Masih Menerima Keluhan Banjir di Karenakan Drainase Buruk

0

Teks foto: Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Syarifudin Oddang saat menyampaikan komitmennya kepada warga saat reses di Perum Graha Indah, Balikpapan Utara.

Penasatu.com, Balikpapan – Reses Masa Sidang III Tahun 2024/2025 Anggota Komisi III DPRD Kota Balikpapan, Syarifudin Oddang berlangsung hangat di Perum Graha Indah, Kelurahan Graha Indah, Balikpapan Utara, Kamis (28/8/2025) sore.

Puluhan warga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan keluhan sehari-hari yang masih menjadi persoalan klasik.

Mulai dari jalan lingkungan yang belum merata, drainase yang buruk hingga rawan banjir, hingga penerangan jalan umum yang masih minim.

“Kalau hujan deras, air cepat meluap karena saluran tidak berfungsi baik. Akibatnya, rumah kami sering kebanjiran,” ungkap salah seorang warga.

Tak hanya infrastruktur dasar, aspirasi juga mengalir soal pembangunan lokasi UMKM, pemanfaatan hutan mangrove sebagai sumber ekonomi warga, hingga legalitas tanah yang masih membingungkan.

Sejumlah warga juga meminta perhatian pada akses jalan menuju GPID Yerusalem yang masih berupa batu latrit dan sulit dilalui.

“Kami juga butuh ruang bagi UMKM. Banyak warga punya usaha kecil, tapi belum ada lokasi yang bisa menampung,” kata salah satu tokoh warga setempat.

Menanggapi berbagai masukan itu, Syarifudin Oddang berkomitmen menampung dan memperjuangkan semua aspirasi masyarakat yang disampaikan melalu reses.

“Semua aspirasi ini penting. Kami akan kawal melalui fungsi pengawasan dan penyusunan program pembangunan daerah. Harapannya kebutuhan masyarakat bisa terakomodasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, sinergi antara masyarakat, DPRD, dan pemerintah sangat dibutuhkan agar pembangunan di Balikpapan Utara lebih merata.

“Warga Graha Indah sudah menyampaikan dengan jelas, dan tugas kami tinggal memperjuangkannya,” ujarnya.(*/adv)