Tidak Mendapatkan Pelayanan Kesehatan Warga Tidak Mampu Meninggal Dunia, Ini Penjelasannya

0
127

Balikpapan, Penasatu.com – Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Balikpapan Ardiansyah SH menyayangkan masih adanya warga kurang mampu di Balikpapan yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan dari pihak Rumah Sakit (RS) sehingga berujung kematian.

Dihadapan awak media, Senin (16/1/2023). Ardiansyah mengatakan kejadian tersebut dialami seorang warga bernama Sutrisno yang bermukim di Kelurahan Margo Mulyo, Balikpapan Barat, Kalimantan Timur (Kaltim).

Diceritakan Ardiansyah, pada hari Sabtu (14/1/2023) kemarin, Istrinya sebagai anggota DPRD Provinsi Kaltim yakni Mimi Meriami BR Pane menerima laporan dari Ketua RT 19 Margo Mulyo. Dimana ada warganya yang tidak mendapatkan pelayanan di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB). Padahal saat itu kondisi pasien sedang dalam keadaan kritis.

“Ya..kebetulan istri saya bersama Ketua RT 19 Margo Mulyo ini sama-sama didalam majelis taklim. Waktu kejadian istri saya menerima telepon dari Ketua RT 19 Margo Mulyo yang mengatakan jika ada salah satu warganya yang berobat di RSPB dengan menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS),” terangnya.

Hanya saja, ucap Ardiansyah. Kartu KIS yang digunakan tersebut sudah lama tidak aktif, sehingga pasien diharuskan membayar uang sebesar 10 Juta. Namun dari pihak pasien mencoba melakukan negosiasi meminta keringanan dengan membayar semampunya sebesar 2 Juta.

Akhirnya, ia menyarankan untuk melakukan pengobatan di RS Beriman milik Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan. Akan tetapi pihak RSPB mengatakan jika alat yang ada di RSUD Beriman tidak lengkap. Hingga akhirnya dicoba untuk diarahkan ke RS Kanudjoso Djatiwibowo, akan tetapi terkendala birokrasi yang panjang.

“Kita sarankan ke RSUD Beriman, tapi dikatakan pihak RSPB alatnya tidak lengkap, kemudian istri saya menghubungi RSKD, tapi terlalu panjang birokrasinya, salah satunya masalah ketersediaan ruanganlah dan pihak RSPB harus menghubungi terlebih dahulu pihak RSKD,” bebernya.

Masih Ardiansyah, hingga akhirnya ia mencoba menghubungi Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, hanya saja tidak diangkat, kemudian baru mendapatkan jawaban melalui pesan singkat, sekitar 2 jam setelah dirinya menghubungi.

“Saya sudah menghubungi kepala DKK untuk meminta petunjuk, tapi telpon saya sebanyak 2 kali tidak diangkat,” keluhnya.

“Sekitar jam 11 saya mendapat kabar, kalau pasien atas nama Sutrisno tersebut akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya,” sambung Ardiansyah.

“Jujur..saya sangat kecewa dan menyayangkan sekali, kalau masih ada RS di Balikpapan yang lebih mengutamakan pemasukam terlebih dahulu, ketimbang sebuah pelayanan untuk melakukan penanganan atau tindakan. Karena seharusnya yang diutamakan itu pelayanan atau tindakan, tapi ini tidak,” akunya.

Sementara itu, Direktur RS Pertamina Balikpapan M Noor Khairuddin saat dihubungi awak media membantah adanya informasi tersebut. Menurutnya apa yang terjadi tidak seperti apa yang telah disampaikan.

Khairuddin mengatakan, pihak RSPB tidak pernah meminta uang. Dijelaskan dirinya kalau RSPB memiliki regulasi. Dimana pasien yang masuk RS baik menggunakan BPJS Kesehatan ataupun Non BPJS Kesehatan ketika masuk di RSPB terlebih dahulu dilakukan penanganan.

Khairuddin menambahkan, kartu peserta jaminan kesehatan yang dimiliki pasien yang bersangkutan dalam keadaan tidak aktif sejak tahun 2022.

Ditambahkannya, jika pasien bernama Sutrisno tersebut sudah mendapatkan penanganan awal oleh pihak rumah sakit, baik itu pemasangan Oksigen, pemeriksaan Dada dan CT Scan.

“Kita sudah berikan penanganan. Jadi terkait permintaan uang diawal itu tidak ada,” bantahnya.

Khairuddin mengatakan, pasien masuk dalam Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga meninggal hanya sekitar 2,5 jam saja. Pasalnya sejak pasien masuk di IGD hingga dilakukan penanganan kondisinya sudah tidak stabil dan dalam keadaan koma.

“Jadi kalau informasinya didapat bukan dari keluarga almarhum saya maklum. Karena ini sangat berbeda sekali,” tutupnya.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here