Tender Ulang Proyek RSUD Sayang Ibu, H.Lala: DPRD Siap Kawal Prosesnya

0
53

Penasatu.com, Balikpapan – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Ibu di Balikpapan Barat menjadi sorotan setelah progres proyek hanya mencapai 20 persen meski kontrak telah berjalan sejak Juni 2024 dengan nilai Rp106 miliar.

Anggota Komisi III DPRD Balikpapan, Baharuddin Daeng Lala, menyebut Pemerintah Kota kini tengah memproses pemutusan kontrak terhadap kontraktor pelaksana karena dinilai tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target 210 hari kalender.

“Proyek ini sudah hampir setahun berjalan, tapi progresnya stagnan di angka 20 persen. Karena itu, kontraknya sedang diproses untuk diputus,” ujar Daeng Lala, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, proyek yang berlokasi di Jalan Letjen Soeprapto, Kelurahan Baru Ulu tersebut direncanakan akan dilelang ulang pada 2026. DPRD, kata dia, akan mengawal ketat proses lelang agar lebih selektif dan transparan.

“Kami di Komisi III dan IV akan mengawasi. Pemenang lelang nanti harus benar-benar kompeten dan bertanggung jawab,” tegas politisi Partai NasDem itu.

Mandeknya proyek RSUD Sayang Ibu berdampak langsung pada pelayanan kesehatan masyarakat Balikpapan Barat. Saat ini, pelayanan masih mengandalkan Puskesmas setempat dengan sistem layanan 24 jam.

“Memang masih kekurangan dokter, tapi kami minta Dinas Kesehatan memaksimalkan tenaga yang ada agar pelayanan tetap berjalan,” ujarnya.

Selain itu, Daeng Lala juga menyoroti keluhan warga sekitar terkait dampak pembangunan, termasuk keretakan rumah akibat aktivitas proyek.

“Kami akan perjuangkan agar ada tanggung jawab dan solusi bagi warga yang terdampak,” katanya.

Ia berharap pembangunan RSU Sayang Ibu segera dilanjutkan, mengingat keberadaan rumah sakit tersebut sangat dibutuhkan untuk meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat Balikpapan Barat.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here