Sosok Pria Yang Mengapung di Perairan Labuan Bajo adalah ABK KM Awu

0
73 views

Penasatu.com-Manggarai Barat.NTT-Akhirnya terungkap identitas Sosok mayat yang ditemukan lengkap dengan busana ABK Kapal berwarna putih,
pria yang ditemukan mengapung di perairan Taka Makassar yang dimna lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di dalam kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) Kabupaten Manggarai Barat (MABAR), NTT, Sabtu (05/12/2020).

Kepada media Penasatu.com,Sabtu (05/12/2020) malam, Kepala Cabang Labuan Bajo, Herman Hamid selaku perwakilan Manajemen PT. PELNI (Persero) menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya salah satu ABK PELNI. “Kami turut berduka atas meninggalnya salah satu insan PELNI Almarhum Suhartono. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang membantu evakuasi korban,” pungkas Herman.

Selanjutnya jenazah dibawa ke Rumah Sakit Siloam , Labuan Bajo untuk memastikan yang bersangkutan telah meninggal. Almarhum Suhartono bekerja sebagai PUK I (Penata Usaha Kapal) di KM Awu.

KM Awu rute Waingapu-Bima saat itu memasuki Selat Sape sekitar pukul 20.24 WITA, seorang penumpang menginfokan ada orang jatuh ke laut. Belum diketahui penyebab jatuhnya penumpang tersebut.

Nakhoda dan kru kapal segera melakukan olah gerak untuk pencarian sesuai dengan SOP pelayaran. Pencarian dilakukan dengan melakukan olah gerak putaran sebanyak 6 kali di tempat/lokasi korban jatuh, namun korban belum ditemukan. Kapal melanjutkan pelayaran.

Kepala Cabang Bima telah melaporkan dan berkoordinasi atas peristiwa tersebut kepada KUPP Sape untuk meminta bantuan kepada komunitas nelayan setempat apabila melihat atau menemukan orang di laut.

Bersamaan dengan itu, dari Labuan Bajo dilaporkan korban ditemukan di sekitar perairan Labuan Bajo. Jenazah dievakuasi Tim SAR ke dermaga dan dibawa ke RS Siloam, Labuan Bajo, NTT.

Informasi yang dihimpun media ini, bahwa Pihak PELNI melalui surat berita acara yang salinannya menulis, jika mayat tersebut bernama Suhartono dengan jabatan sebagai PUK 1 Km Awu

Hal ini terungkap setelah pihak PELNI mendapat keterangan saksi yang merupakan penumpang dari Pelabuhan Waingapu jurusan menuju Pelabuhan Bima bernama Antonius Tukaritan (25) dan Yohanes Gheda Bari, penumpang dari Pelabuhan Waingapu jurusan menuju Pelabuhan Benoa yang mengatakan bahwa yang melompat ke laut itu adalah ABK karena menggunakan celana putih dan baju putih.

Dari keterangan para saksi ini Nakhoda mengumpulkan semua crew dan diketahui bahwa PUK 1 tidak berada di Kapal.

Untuk diketahui, Km Awu dalam pelayaran dari Pelabuhan Waingapu menuju Pelabuhan Bima pada Kamis (03/11/2020) sekitar pukul 18.48 wita saat berlayar di perairan Laut Sawu, dilaporkan bahwa ada seorang yang melompat ke laut.*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here