Sebanyak 8087 Butir Double L “Cacul” Diamankan Polresta Balikpapan Dan BPOM Samarinda

0
42 views

Balikpapan, Penasatu.com – Sebanyak 8087 butir obat keras jenis Double L berhasil diamankan Satreskoba Polresta Balikpapan bekerjasama dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) kota Samarinda pada Sabtu (27/6) lalu.

“Jadi pengungkapan peredaran obat keras jenis double L berkat kerjasama dengan BPOM Samarinda,” ucap Waka Polresta Balikpapan AKBP Sebpril Sesa didampingi AKP Tasimun dan Dra Sumiyati Haslinda saat menggelar pres rilis di Mapolresta Balikpapan, Senin (28/6/2021).

Berawal adanya informasi terkait paket kiriman yanh diduga berisikan paket obat keras jenis double L, maka dari itu tim segera bergerak untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

Setelah melakukan penyeldikan tim langsung bergegas ke salah satu jasa pengiriman barang yang ada di Balikpapan untuk memeriksa paketan tersebut.

Saat dilakukan pemeriksaan, benar saja petugas berhasil menemukan Barang Bukti (BB) obat keras jenis double L.

Mendapati hasil temuan tersebut, tim kemudian bergegas menuju kealamat tujuan paket seusai dengan alamat yang tercantum pada paket.

Setibanya petugas dialamat yang dimaksud, petugas berhasil mengamankan tersangka berinisial JS (27).

Lebih lanjut, AKBP Sebpril Sesa mengatakan obat keras jenis double L tersebut rencananya akan dijual secara eceran, yakni dengan harga 10 ribu rupiah per 3 butirnya.

Tersangka juga mengakui, obat keras double L yang diterima dirinya sudah merupakan kiriman yang kelima kalinya.

AKBP Sebpril Sesa menjelaskan, obat keras jenis double L jika disalah gunakan efeknya sangat merusak.

Sehingga, diharapkan kepada masyatakat, khususnya orangtua agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap pergaulan anaknya.

Pasalnya, obat keras jenis double L menyasar para pelajar, bahkan baru-baru ini Polresta Balikpapan menangkap pelaku pengedar obat keras double L ke kalangan pelajar.

Mungkin bisa dikatakan, karena obat terlarang tersebut harganya sangat murah, jadi kalangan pelajar menjadi sasaran yang menguntungkan bagi pengedar.

Atas perbuatannya pelaku akan dijerat dengan Pasal 197 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman penjara selama 15 Tahun.(*/gas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here