Menangkan Gugatan, Simon: Warga Gn Bakaran Lega Dengan Hasil Putusan Mahkamah Agung

0
19 views

Balikpapan, Penasatu.com – Warga di lingkungan RT 05, 06 dan 07 akhirnya merasa lega atas putusan permasalahan sengketa lahan seluas 3.6 hektar yang berada di Gn Bakaran, Kelurahan Sungainangka, Balikpapan Selatan (Balsel).

Diketahui, lahan warga tersebut digugat oleh seseorang bernama Yulianus Henock Sumuel.

Setelah melalu proses panjang, sejak awal gugatan pada tahun 1999, semua tahapan sudah dilakukan mulai dari proses mediasi, pengadilan tingkat Kota hingga sampai ke Mahkamah Agung (MA).

“Kita (warga) merasa senang putusan MA tertanggal 28 April 2021 lalu telah memutuskan dengan putusan Niet Ontvankelijke Verklaard (NO),” ucap Simon Sulean anggota DPRD Balikpapan kepada awak media ini, Sabtu (5/6/2021).

Simon Sulean Saat Menunjukan Surat Putusan Mahkamah Agung (MA)

Politikus partai Hanura tersebut menuturkan, warganya sangat bergembira adanya putusan yang telah memenangkan tergugat (warga).

Disamping itu, dirinya juga merasa senang. Pasalnya Simon telah berjuang dan mengawal serta menjembatani kasus sengketa lahan milik warga hingga keluarnya putusan yang memenangkan warga.

Perlu diketahui bahwa Putusan NO merupakan putusan yang menyatakan bahwa gugatan tidak dapat diterima karena mengandung cacat formil.

Lanjut Simon, sengketa lahan milik warga yang telah diperjuangkan dan dikawal dirinya sampai ke Rana MA dan memutuskan dengan Putusan NO telah melalui proses yang sangat panjang dan memakan waktu yang tidak sebentar.

Lahan milik warga berada RT 05, 06, 07 seluas 3,6 Hektar yang sudah ditempati warga puluhan tahun lalu, kemudian di klaim oleh Yulianus Henock Sumuel yang mengaku bahwa lahan tersebut milik dirinya yang di dapat dari hasil perjanjian jual beli antara dirinya dengan seseorang bernama Benyamin.

“Saat itu warga digugat oleh Yulianus Henock Sumuel ke Pengadilan Balikpapan, dan kami kalah dalam sidang di Pengadilan Balikpapan,” kata Simon

‚ÄúSetelah itu kami Banding ke Pengadilan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Alhamdulillah kami menang dalam persidangan dari penggugat yang mengklaim lahan milik warga tersebut,” sambungnya.

Simon menuturkan, kekalahan Yulianus Henock di Pengadilan Provinsi Kaltim membuat dirinya mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Hingga akhirnya MA mengeluarkan putusan menolak gugatan yang dilayangkan Yulianus Henock.

“Warga sendiri sebenarnya bingung, Benyamin itu orangnya yang mana, kemudian tinggal dimana, warga sendiri tidak mengetahui keberadaan Benyamin itu dimana,” beber Simon.

Simon Sulean berharap setelah adanya putusan MA yang menolak gugatan Yulianus Henock, pemerintah dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional (BPN) dapat memberikan hak warga tentang status kepemilikan lahan tersebut.(*/riel)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here