Jual Belikan BBM Subsidi Tanpa Izin, SH Terancam 6 Tahun Penjara

0
9 views

Balikpapan, Penasatu.com – Berdasarkan informasi masyarakat Satreskrim Polresta Balikpapan berhasil mengungkap pelaku pelanggaran cipta kerja yakni penyalahgunaan angkutan atau lebih dikenal ilegal oil.

“Tim opsnal Satreskrim Tipidter melaksanakan penyelidikan di jalan poros Balikpapan-Samarinda, Kilometer 23, pada hari Jum’at (11/6) lalu, saat melakukan patroli,” ucap Kalpolresta Balikpapan Kombes Pol Turmudi saat mengelar pres rilis di halaman Mapolresta Balikpapan, Senin (14/6/2021).

Pelaku berinisal SH (51) didapati tengah melakukan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang diperjual belikan tanpa memiliki izin resmi.

Dimana modus pelaku membeli BBM bersubsidi dengan menggunakan sebuah Truck roda 6 disebuah Stasius Pengisian Bahan Bakar Umum (SBPU) yang berada dikawasan Jln Soekarno Hatta, Kilometer 15 Balikpapan Utara.

Usai mengisi mobil truck tersebut, pelaku mengeluarkan kembali BBM subsidi yang dibelinya menggunakan selang yang dihubungkan langsung dari tangki menuju kedalam jerigen ukuran 20 liter.

Diiketahui, tangki BBB milik pelaku merupakan tangki BBM yang sudah dimodifikasi, sehingga daya tampung BBM yang dibeli semakin banyak.

“Tangki truck sudah dimodifikasi, jadi saat membeli BBM bisa muat banyak, setelah membeli BBM disedot kembali dan ditampung kedalam jerigen,” jelas Kombes Pol Turmudi.

“Pelaku sudah melakukan perbuatannya selama 6 bulan, dan pelaku merupakan pemain tunggal,” sambungnya.

Dijelaskan pelaku, bahwa BBM yang dipindahkannya dari tangki dijual kembali kepada pemilik pabrik-pabrik dan tambang yang ada dikawasan Lamaru, Balikpapan Timur.

Dari tangan pelaku berhasil diamankan barang bukti 1 unit truck yang digunakan, 7 jerigen yang terisi BBM sebanyak 140 liter, BBM sebanyak 190 liter yang masih berada didalam tangki dan 1 buah selang yang dipergunakan untuk memindahkan BBM kedalam jerigen.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 40 Ayat 9 UURI No 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja penyalahgunaan pengangkutan dengan ancaman pidana paling lama 6 Tahun penjara dan denda paling tinggi 60 Miliar.(*/gas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here