Gn Bugis Kembali Membara, Puluhan Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

0
713 views

Balikpapan, Penasatu.com – Belum juga hilang di ingatan musibah kebakaran yang terjadi pada Sabtu (6/6) lalu dikawasan Gn Bugis.

Kali ini, kawasan tersebut kembali dilalap si jago merah, ada sekitar kurang lebih 2 jam petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Balikpapan berjibaku memadamkan amukan si jago merah yang terjadi di kawasan Gn Bugis, Baru Ulu, Balikpapan Barat, Kamis (17/6/2021).

Api yang berkobar sejak pukul 14.20 wita sempat mengejutkan warga sekitar dan berusaha untuk memadamkan dengan alat seadanya sambil menunggu petugas datang.

Tidak berselang lama, petugas BPBD dari UPT Balikpapan Barat segera tiba untuk memadamkan api yang semakin membesar.

Kencangnya hembusan angin dilokasi kebakaran, membuat api cepat merambat kerumah warga yang terbuat dari bahan kayu yang mudah terbakar.

“Api menghanguskan sekitar 12 rumah di RT 38, RT 40 dan RT 40,” ucap Kabid Kedaruratan dan Pencegahan BPBD Kota Balikpapan Usman Ali.

Usman menambahkan, sedikitnya telah menurunkan 20 unit mobil pemadam kebakaran yang di bantu beberapa mobil tangki milik PDAM Balikpapan dan 1 mobil water canon milik Brimob Polda Kaltim.

Pihaknya menuturkan, sempat mengalami kendala dalam proses pemadaman. Mengingat kondisi jalan di Gn Bugis sangat sempit, kemudian ditambah dengan banyaknya kendaraan warga yang datang untuk menyaksikan kebakaran.

“Kita sempat sedikit kesulitan menuju TKP, pasalnya jalan yang sempit ditambah banyak motor warga yang parkir dijalan, sehingga badan jalan semakin sempit,” terangnya.

Usman menambahkan, untuk saat ini asal api masih belum diketahui, karena masih perlu dilakukan penyelidikan terlebih dahulu.

Dugaan sementara, diduga berasal dari kompor yang ditinggal pergi oleh pemilik rumah.

Sementara itu, korban bernama Jumiati (29) yang rumahnya hangus terbakar menceritakan kepada awak media ini, jika rumah yang ditempatinya merupakan rumah saudaranya yang ditumpanginya bersama anak dan suami.

Dirinya tidak bisa menyewa rumah, mengingat pekerjaan suaminya yang serabutan.

“Saya mohon bantuannya kepada pemerintah, semua yang saya punya habis tidak terselamatkan, anak saya baru masuk daftar sekolah, sementara anak saya yang satunya masih kecil,” keluhnya.(*/gas).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here